Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri semakin serius dalam menurunkan angka stunting sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita Pemerintah Pusat. Komitmen itu diwujudkan lewat penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan terstruktur dan pemanfaatan teknologi.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri menyelenggarakan Workshop Aplikasi dan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri.
Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta pemerintah daerah untuk mengimplementasikan delapan aksi konvergensi dan menggunakan aplikasi Aksi Bangda sebagai platform monitoring.
“Tujuan dari workshop ini untuk peningkatan SDM dalam rangka pelaporan Pencegahan Percepatan Penurunan Stunting pada OPD terkait untuk aksi konvergensi PPPS Tahun 2025,” jelasnya.
Sebanyak 70 peserta yang hadir dalam kegiatan ini akan berperan sebagai operator aplikasi yang nantinya bertugas menginput dan memverifikasi data stunting di tingkat kota.
Arief menekankan bahwa isu stunting kini telah berkembang menjadi persoalan lintas sektor yang erat kaitannya dengan pembangunan manusia secara menyeluruh.

“Aksi konvergensi stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah kesehatan, akan tetapi telah bertransformasi menjadi isu multidimensi yang menyangkut pembangunan manusia untuk mencapai Indonesia Emas Tahun 2045,” ujarnya.
Ia berharap agar seluruh data yang diunggah ke dalam aplikasi Aksi Bangda benar-benar valid dan lengkap. Hal ini penting agar Tim PPPS Kota Kediri dapat melakukan intervensi yang tepat sasaran serta menjadi dasar perumusan kebijakan dan program lanjutan oleh Pemkot Kediri.
“Kegiatan ini sangat penting, kami mengimbau kepada peserta agar sungguh-sungguh mengikuti,” tutup Arief.
Untuk memastikan penyampaian materi berjalan maksimal dan akurat, panitia menghadirkan narasumber dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Timur yang memberikan pembekalan teknis selama workshop berlangsung. [nm/aje]






