Blitar (beritajatim.com) – Menuju penghujung tahun 2023, Kota Blitar kembali menorehkan dengan raih prestasi membanggakan sebagai Pemerintah Daerah Pembina non Desa Terbaik Pertama dari Dijten Pembendaharaan Jawa Timur.
Penghargaan itu diterima Wakil Wali Kota Blitar dari Gubenur Jawa Timur dalam acara penyerahan Daftar Isi Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2024, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu, (13/12/23).
Wakil Wali Kota Blitar, Tjutjuk Sunario, MM menjelaskan penghargaan itu diterima Kota Blitar karena memenuhi beberapa kriteria dari Dijten Pembendaharaan Jawa Timur. Diantaranya Kota Blitar sebagai daerah dengan jumlah penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terbanyak dan pelaksana Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik terbaik.
Menurut Wakil Walikota Tjutjuk, capaian ini dapat diraih berkat kerja keras semua jajaran dalam melaksanakan anggaran yang transparan dan akuntable. Sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo, agar Pemerintah Daerah dapat melaksanakan APBN dan APBD sesuai regulasi.
“Dalam melaksanakan anggaran kita berupaya untuk menutup celah penyalahgunaan. Sehingga dalam pengelolaannya kita berupaya transparan dan akuntabel,” jelas Tjujtuk.
Masih dalam rangkaian acara, Kota Blitar juga turut menerima DIPA dan Daftar TKD 2024. Menurutnya, tahun depan Kota Blitar akan menerima alokasi TKD sebesar Rp. 595 miliar. Anggaran ini nantinya difokuskan untuk peningkatan program pendidikan dan kesehatan, utamanya stunting.
“Stunting ini penting, di Kota Blitar tahun lalu angkanya 5%. Sudah jauh dari target nasional, tapi kita harus kejar lagi itu. Supaya data dan kondisi di lapangan sesuai,” tegas Tjutjuk.
Wakil Walikota Tjujtuk berharap prestasi yang diraih Kota Blitar ini bisa menjadi pemacu semangat jajaran OPD dalam melaksanakan program pembangunan, termasuk realisasi TKD 2024 untuk pendidikan dan kesehatan tahun depan. (Owi/Aje)






