Lamongan (beritajatim.com) – Pameran dan kontes bonsai nasional se-Jawa Bali bertajuk Simphoni Bonsai digelar di Alun-alun Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang digelar sejak tanggal 2 hingga 14 Mei 2023 ini dalam rangka turut menyemarakkan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-454.
Perwakilan Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Lamongan, Erfan Hadi mengungkapkan bahwa pameran bonsai ini diikuti oleh peserta dari bursa bonsai yang terdiri dari 7 stand, mewakili dari kolaborasi Situbondo, Sumenep, Malang, Batam, Surabaya, Lamongan dan Jombang.
“Untuk kontes bonsai ada 4 kelas yakni utama, madya, pratama, dan prospek. Di kelas utama ada 32 peserta, kelas madya ada 37, pratama 187, dan prospek angka 450 peserta. Jadi peserta kita kali ini ada di angka 706 peserta,” ungkap Erfan, Rabu (10/5/2023).
Berdasarkan pantauan beritajatim.com, dalam kegiatan ini terdapat 706 pohon bonsai yang diikutkan dalam pameran, dengan beragam jenis mulai dari sancang, ficus, serut, beringin, loah, kimeng, ipriku, hingga lainnya.
Diketahui, bonsai yang dinobatkan sebagai best in show dan best in class utama berjenis Pohon Sancang adalah bonsai milik Andri Bastian dari Prambon Sidoarjo.
Menurut Andri Bastian, bonsai itu awalnya berasal dari pohon yang dibelinya sekitar 2 tahun lalu, dengan harga sekitar Rp200 juta (70 persen jadi). Setidaknya, pohon itu telah mendapatkan 3 kali predikat best in show, yang pertama di Pameran Nasional Sragen tahun 2022, Pameran Semarang tahun 2022, dan sekarang di Lamongan pada tahun 2023 ini.
“Perawatannya ini kita harus memahami botani pohon, kemudian karena dia hidup di dalam pot maka harus kita sesuaikan kebutuhan makanannya. Jadi harus kita jaga, biasanya kalau sudah terlalu rapat dia harus dikurangi ranting-rantingnya, akarnya juga sama,” kata Andri Bastian.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/pameran-bonsai-nasional-surabaya-awal-kebangkitan-umkm-di-kota-pahlawan/
“Jadi setiap berapa bulan sekali kita copot dari potnya dan kita kurangi. Ini terakhir kemarin ada kolektor yang sempat menawar Rp850 juta, dulu saya belinya di angka Rp200-an juta, sudah hampir 2 tahun,” imbuhnya.
Tak hanya bonsai milik Andri Bastian, bonsai pohon Santigi milik Julianto asal Surabaya juga keluar sebagai pemenang best in class madya. Selain itu, Pohon Santigi milik Harmes Surabaya pun mampu menyabet sebagai best in class pratama. Ada pula beberapa kategori lainnya seperti kategori best in size small pratama dan best ten di masing-masing kelas.
Sementara itu, seiring dengan digelarnya pameran dan kontes bonsai ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak kepada para penggiat bonsai maupun masyarakat umum agar bersama-sama menyemarakkan program pemerintah #ayoditumbasi.
Mengingat, sambung Yuhronur, bonsai menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang mampu menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional hingga 5,6 persen.
“Pertumbuhan ekonomi memang diperlukan untuk lompatan-lompatan yang tidak hanya mengandalkan sumber daya alam yang sudah ada, tapi perlu lompatan yang sudah dibuktikan yakni dengan ekonomi kreatif. Alhamdulillah bonsai dan para penggemar bonsai ini termasuk bagian ekonomi kreatif yang mendukung ekonomi nasional,” terang Yuhronur.
Selanjutnya, dalam rangka mendongkrak ekonomi daerah melalui ekonomi kreatif, Yuhronur menegaskan, Pemkab Lamongan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis seni dan kreatifitas melalui berbagai kolaborasi dengan stekeholder.
“Alhamdulillah, Kabupaten Lamongan terus mendorong agar ekonomi kreatif dapat terus berkembang menjadi salah satu daya tarik, menjadi salah satu pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, yang tentu ini bisa menggabungkan, mengkolaborasikan dari seluruh sumber daya alam yang ada di Kabupaten Lamongan, yang tentu terus kita fasilitasi melalui berbagai program dan kegiatan,” tuturnya.
Sebagai informasi, sejak didirikan tahun 2007, PPBI Lamongan telah menggelar 10 pameran nasional dan berbagai pameran Lokal, di 18 ranting secara berkala. Sehingga melalui kontes bonsai di tahun ini, diharapkan penggiat bonsai semakin maju dan dapat diperhitungkan di kontes-kontes skala nasional hingga internasional melalui kreatifitas dan seni para pembonsai.
Bagi para masyarakat yang ingin menikmati, belajar, maupun berbelanja terkait bonsai, dalam event ini juga menyediakan stan-stan bursa bonsai yang diikuti oleh para pelaku dan penggiat bonsai dari berbagai cabang maulai dari Lamongan, Surabaya, Sumenep, Malang, Bondowoso, hingga Batam.[riq/ted]






