Surabaya (beritajatim.com) – Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Jatim menggandeng Bappeda se-Jatim dan mitrasdudi untuk menggali potensi daerah. Salah satu yang dilakukan yakni lewat Focus Group Discussion (FGD).
PIC Korwil I Konsorsium PTV Jatim Dr Neffrery Nilamsari mengatakan bahwa FGD ini bertujuan untuk menggali potensi daerah kabupaten/kota di Jatim dan pemetaan SDM lulusan vokasi (SMK, D3, dan D4).
“FGD ini untuk menggali potensi daerah kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur dan pemetaan SDM lulusan SMK, D3, dan D4,” ujar Neffrery Nilamsari, ditulis Sabtu (20/1/2024).
Dalam FGD tersebut Bappeda Sampang menyebut jika di bidang agrubisnis milenial, kampung Napote menonjolkan melon sebagai potensi besar. Namun, peternakan sapi masih bersifat tradisional, dan belum ada upaya korporatif dalam mengelola peternakan sapi di Madura.
Bappeda Sampang juga menyelenggarakan kompetisi inovasi antar instansi pemerintah, kelompok, dan pendidikan. Sebanyak 170 inovasi diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan yang ada di sana.
Perhatian khusus juga diberikan pada lulusan vokasi di Sampang yang cenderung merantau. Saran muncul untuk bekerjasama dengan lembaga pesantren agar dapat langsung tergolong dalam minat pekerjaan yang sesuai.
“Dalam hal ini, kerjasama dengan Dispendukcapil juga diusulkan,” ungkap Nilam.
Terkait data serapan lulusan SMK, Bappeda Sampang mencatat bahwa Poltera telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan. Namun, perlu disetting dan dipetakan dengan matang untuk meningkatkan alokasi dan penyerapan, sehingga penempatan magang atau pelatihan dapat lebih luas.
Sementara perwakilan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) Soni Widodo dalam kesempatan itu memberikan gambaran dampak perusahaan migas terhadap masyarakat di sekitarnya.
“CSR HCML fokus pada daerah terdampak lingkungan, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat melalui koordinasi dengan Bapedda setempat,” katanya.
Sedangkan perwakilan PT Terminal Petikemas Surabaya Cahya Ardie Firmansyah menjelaskan jika pihaknya turut andil dalam membantu mengurangi dampak perubahan iklim. “Misalnya pemanfaatan energi terbarukan di pelabuhan, pengelolaan sampah yang efisien, elektrifikasi peralatan di pelabuhan, dan lainnya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, FGD bertema Program Penguatam Ekosistem Kemitraan Untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah di Provinsi Jawa Timur, dan digelar di Hotel Santika, Gresik. [ipl/ian]






