Bojonegoro (beritajatim.com) – Dalam kegiatan konsolidasi dan perayaan ulang tahun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bojonegoro ke-23, bakal calon bupati (Bacabup) Bojonegoro Setyo Wahono yang turut hadir memberikan angin segar perubahan jika terpilih sebagai bupati dalam Pilkada Bojonegoro 2024.
Sebagai penggerak ekonomi, lebih spesifik para pelaku UMKM selama ini masih mengalami beberapa kendala utama. Menurut Setyo Wahono, ada dua permasalahan yang masih menghantui, yakni permodalan dan promosi. Akses permodalan menurutnya akan dibuka lebar dan dipertemukan langsung antara pelaku usaha dengan pemilik modal.
“Untuk menjawab problem itu ke depan akan menampung produk lokal di ritel. Kedua, akan mengakomodir pelaku usaha dengan lembaga yang bisa mengakses ke permodalan,” ujarnya, Selasa (17/9/2024).
Sebagai upaya mengangkat ekonomi kerakyatan, Wahono berencana membuat kebijakan khusus bagi pasar modern untuk bisa menampung produk lokal yang sesuai aturan dalam korporat masing-masing. Kemudian juga memberikan keluasan kelompok masyarakat yang kompatibel membuka pasar modern.
“Seperti misalnya yang sudah dilakukan NU, maupun koperasi apapun, yang bisa menampung produk lokal. Pasar modern seperti Indomart atau Alfamart juga harus ada regulasi daerah agar bisa menampung produk lokal, sesuai aturan di korporat mereka,” imbuhnya.
Selain ekonomi dari segi UMKM, cabup dari Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo itu juga akan menghidupkan koperasi maupun BUMDes yang konsen terhadap pertanian. “Tujuannya untuk menjamin harga tetap stabil saat panen raya, untuk menjauhkan dari rentenir, serta penyediaan bibit unggul,” terangnya.
Selain peningkatan ekonomi, dalam visi misi yang menjadi prioritas adalah sektor peningkatan sumber daya manusia (SDM). Dalam rangka peningkatan SDM, pihaknya tidak akan tebang pilih dalam memberikan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi dan layak mendapat beasiswa.
“Birokrasi yang cenderung tidak akomodatif akan diganti. Kebijakan kedepan bisa diakses oleh masyarakat, bukan hanya untuk lingkaran pendukung,” imbuhnya yang berpasangan dengan Nurul Azizah dalam kontestasi Pilkada Bojonegoro 2024.
Gayung bersambut, Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro Sukur Priyanto membenarkan, bahwa rendahnya serapan anggaran pendidikan salah satu indikasinya karena ada muatan politik. Sehingga masyarakat yang akan mengaksesnya kesulitan. Kemudian penerima beasiswa juga harus punya KPM. Bukan sesuai kriteria yang memang perlu mendapat beasiswa.
“Saya yakin 1-2 tahun saat menjadi bupati, ada perubahan yang lebih baik di Bojonegoro,” tegas Sukur Priyanto yang kini terpilih kembali sebagai anggota DPRD Bojonegoro dihadapan seluruh perwakilan PAC dan ranting, serta undangan yang hadir.
Dalam memenangkan Setyo Wahono-Nurul Azizah, Partai Demokrat menyiapkan ribuan kader inti yang merupakan kader pilihan. Ribuan kader akan dipercayakan di setiap PAC. Semangatnya untuk mengawal dan memenangkan calon yang diusung untuk Cagub-Cawagub, Khofifah-Emil dan Cabup-cawabup Wahono-Nurul.
“Kader inti ini juga untuk memenangkan Partai Demokrat. Sehingga setelah terbentuk akan dibekali pengetahuan untuk membackup tugas PAC dan Ranting,” tegasnya usai kegiatan yang digelar di kantor DPC Demokrat Jalan Veteran Bojonegoro.
Sementara Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil XII dari Partai Demokrat, Sri Wahyuni, yang hadir menilai bahwa calon yang diusung Partai Demokrat, baik Khofifah-Emil maupun Wahono-Nurul ini selaras dengan kebutuhan dan dekat dengan masyarakat.
“Saya yakin mereka bisa menjadikan masyarakat lebih baik. Saya mengajak Konstituen saya dalam Pileg 2024 lalu bisa mendukung Khofifah-Emil dan Setyo Wahono-Nurul Azizah,” pinta perempuan yang pertama kali menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu. [lus/kun]







