Gresik (beritajatim.com) – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik resmi menggelar konsolidasi internal guna memperkuat struktur partai dan mewajibkan pelibatan aktif generasi muda di bawah usia 35 tahun dalam jajaran kepengurusan inti tingkat PAC.
Langkah strategis yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC Fandi Akhmad Yani pada Jumat (13/3/2026) ini bertujuan menghadapi tantangan digitalisasi sekaligus memastikan soliditas kader menjelang dinamika politik mendatang.
Kegiatan konsolidasi yang dihadiri jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan pengurus PAC se-Kabupaten Gresik ini menjadi momentum penting untuk merapatkan barisan “banteng” di Kota Pudak. Fokus utama pertemuan adalah menyelaraskan gerak organisasi dari tingkat kabupaten hingga ke akar rumput atau tingkat ranting.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik, Fandi Akhmad Yani atau yang akrab disapa Gus Yani, mengungkapkan bahwa kepengurusan baru saat ini tengah aktif melakukan safari silaturahmi ke berbagai lembaga. Inisiatif ini dilakukan untuk memperkenalkan struktur baru sekaligus membangun kolaborasi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami banyak bersilaturahmi memperkenalkan pengurus DPC PDI Perjuangan Gresik yang baru, sekaligus mengajak bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Gus Yani menekankan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari kuantitas kader, melainkan dari tingkat kedisiplinan dan kekompakan seluruh pengurus dalam menjalankan instruksi partai. Ia menilai penguatan internal merupakan fondasi utama sebelum partai terjun lebih jauh ke tengah dinamika sosial masyarakat.
“Karena kunci keberhasilan partai adalah solid dan kompak,” tegas Gus Yani.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia Agustina, turut memberikan apresiasi atas progresivitas kader di Gresik. Namun, ia memberikan catatan bahwa soliditas internal harus dibarengi dengan aksi nyata yang memberikan manfaat luas bagi publik agar partai tetap relevan.
“Kunci keberhasilan partai bukan hanya solid dan kompak, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Susy.
Menanggapi tantangan era digital yang kian masif, Susy menyampaikan arahan tegas dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur terkait regenerasi. Partai kini mewajibkan keterlibatan anak muda untuk mengisi posisi strategis di tingkat kecamatan guna memastikan organisasi tetap adaptif terhadap perubahan zaman.
“Yang usianya di bawah 35 tahun harus dilibatkan dalam kepengurusan partai, baik sebagai Ketua PAC, Sekretaris maupun Bendahara,” urainya.
Aktivis perempuan tersebut menilai bahwa generasi muda memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi dan pemahaman dinamika digital yang sangat cepat. Kendati demikian, ia mengingatkan agar para kader muda tetap memegang teguh etika organisasi dengan tetap menghormati nasihat dari para senior partai.
“Meskipun menjadi ketua atau pemegang kebijakan, banteng muda tetap harus mendengarkan nasihat dari yang lebih senior,” imbuh Susy mengakhiri arahannya. [dny/ian]






