Surabaya (beritajatim.com) – SMA Muhammadiyah 10 (SMAM X) Surabaya meraih penghargaan Anugerah Revolusi Mental (ARM) 2022 sebagai Lembaga Mitra Pemerintah yang konsisten melakukan aksi nyata, Kamis (22/12/2022).
SMAM X menjadi satu-satunya wakil Muhammadiyah yang memperoleh penghargaan. Sebab, SMAM X dinilai menjadi lembaga yang mendukung program Gerakan Nasional Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Utamanya, dalam pembinaan atlet berprestasi dan siswa disabilitas.
“Gerakan nasional revolusi mental ini terdiri dari tiga poin, yakni integritas, gotong royong, dan etos kerja. Bangsa kita dapat berubah jika tiga poin tersebut dijalankan secara konsisten oleh semua elemen,” ujar Maruf Amin.
Sementara Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut jika pemberian penghargaan tersebut merupakan dukungan pemerintah kepada individu dan lembaga yang selama ini giat melakukan perubahan serta inovasi di bidangnya masing-masing. Ia berharap, penghargaan ini dapat memacu SMAMX untuk mempertahankan ide-ide kreatif yang selama ini sudah dilakukan. “Dan semakin mampu memberikan dampak nyata bagi perubahan budaya dan mental masyarakat sekitarnya,” terangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”revolusi-mental”]
Terpisah, Kepala SMAMX Sudarosman menyebut jika tiga program unggulan yang berperan besar dalam penerapan revolusi mental, sudah digagas sejak tahun 2016. Program itu antara lain Sekolah Ramah Anak. Yakni program pembinaan untuk siswa-siswi bermasalah agar mampu mengatasi permasalahan psikologis dan berubah menjadi pribadi yang baik.
Program kedua adalah Rumah Ramah Anak. Program IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMAMX ini diprioritaskan untuk membina anak kecil di kampung-kampung Surabaya, agar mampu bermanfaat bagi warga sekitar. “Contohnya seperti siswa SMAMX mengajar bahasa dan materi-materi pengembangan diri kepada anak-anak kampung di Peneleh dan Bulak Kenjeran,” ungkapnya.
Ketiga, program Griya Layanan Disabilitas, yaitu mengajak siswa lebih peduli kepada seluruh insan manusia dan masyarakat berkebutuhan khusus. Dalam program ini ada fasilitas untuk terapi anak berkebutuhan khusus dan assesmen. Selain itu terdapat program pengajaran toleransi dan penanganan untuk membantu anak-anak disabilitas yang di berikan oleh siswa reguler.
“Selama kita terapkan program-program ini, sikap-sikap kepedulian terhadap sesama. Alhamdulillah, perlahan pribadi dan karakter siswa sudah sangat tampak. Anak-anak mulai terbiasa berani berbeda sikap dengan banyak orang, terutama dalam hal etos kerja, dan toleransi sosial,” terangnya.
Sudarusman pun mengungkapkan sebagai sekolah yang baru berusia 8 tahun, dirinya merasa bahwa bentuk pendidikan yang dijalankan oleh SMAMX telah berada dalam trek yang benar dan bermanfaat bagi banyak siswa. “Penghargaan ini memberikan semangat pada semua warga SMAM X, bahwa sekolah ini telah berada dalam jalur yang benar dalam mengembangkan kemampuan siswa-siswinya,” tandasnya. [ipl/suf]







