Sidney (beritajatim.com) – Warga NU di Australia menggelar hajat besar dua tahunan bertajuk Konferensi Cabang ke-IX tahun 2023 pada tanggal 16-17 September 2023 di Kota Sydney. Dalam gelaran tersebut, seluruh delegasi Konfercab mendapat sambutan hangat dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Sydney.
Para delegasi tersebut berasal dari perwakilan NU Queensland, Victoria, Australia Capital Teritory, South Australia dan New South Wales selaku tuan rumah kegiatan tahun ini. Semua delegasi berkumpul selama 2 hari bertempat di KJRI Sydney dan Padstow Senior Citizen Hall untuk melaksanakan konsolidasi organisasi, sekaligus memilih Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah periode 2023-2025.
Pada kesempatan tersebut, KJRI Sydney selaku perwakilan Pemerintah Indonesia di negara bagian NSW, Quensland dan South Australia, mendukung penuh pertemuan tersebut dan menyambut hangat gelaran konferensi tersebut. Pembukaan konferensi berlangsung di Aula Kartini, KJRI di Kota Sydney dan dihadiri langsung oleh Konsul Jenderal RI, Bapak Verdy Buana dan Pensosbud KJRI Sydney, Bapak Abdul Nazar.
Dalam sambutannya, Rais Syuriah PCINU Australia-New Zealand, menyambut baik dan memuji dukungan dari KJRI untuk pelaksanaan Konfercab tahun ini. Ini menunjukan hubungan yang baik antara PCINU sebagai Ulama dan KJRI selaku Umaro dan wakil pemerintah Indonesia di Australia.
BACA JUGA:
Riset Covid Awali Kerjasama Universitas Jember dan Western Sidney University
Konsul Jenderal RI di Kota Sydney juga menyambut baik pelaksanaan Konfercab tahun ini seraya mengapresiasi warga NU di Australia yang sudah membantu tugas-tugas KJRI dalam kaitannya dengan kegiatan kemasyarakatan.
“Kaum Nahdiyin, sesuai namanya, adalah kaum yang terus terbangkitkan. Ini menjadi inspirasi untuk semua di mana warga NU senantiasa mengantisipasi semua perubahan yang ada di tengah dunia yang terus berubah, teknologi yang terus berubah,” kata Verdy.
Secara khusus, Verdy Buana juga mengajak seluruh peserta pembukaan untuk mengedepankan dakwah bil hal, dakwah dengan perbuatan,tidak berhenti pada dakwah bilisan atau dakwah dengan ucapan, dengan disertai adab, sesuai dengan tema pada kegiatan Konfercab tahun ini.
“Kita ini adalah wajah Indonesia di Australia. Ketika warga nahdiyin memiliki adab yang baik, itu secara otomatis akan mengangkat harkat martabat masyarakat dan warga Indonesia. Begitu pun sebaliknya,” terang dia.
Verdy Buana juga mengapresiasi PCINU Australia-New Zealand yang merangkul semua elemen masyarakat di Kota Sydney. termasuk mengundang berbagai elemen komunitas Indonesia di Sydney dalam pembukaan kegiatan tersebut. Ini menunjukkan bahwa NU ada di semua tempat dan untuk semua orang.
BACA JUGA:
Spektronics ITS Siap Juarai Chemeca 2019 di Sidney
Selain itu, Verdy juga mengajak warga NU di Australia untuk terus mewarnai dan bersinergi dengan semua elemen masyarakat, termasuk KJRI. Ini sekaligus memperlihatkan bahwa NU ada di mana-mana, NU bisa bekerja sama dan bersinergi dengan siapa saja.
“Karena peluang untuk meningkatkan Kerjasama itu tidak ada batasnya, baik di bidang Pendidikan, social budaya, ekonomi dan sebagainya,” ucap Verdy.
Sebagai penutup, Konsul mengucapkan selamat atas pelaksanaan Konfeercab ke-IX. Beliau juga menekankan bahwa KJRI sebagai perwakilan pemerintah Indonesdia di kota Sydney dan KJRI adalah tempat untuk seluruh warga Indonesia di Australia. [beq]






