Surabaya (beritajatim.com) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur resmi menggelar program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Ketua KONI Jatim, M Nabil, menjelaskan bahwa program Puslatda tahap awal ini sudah dimulai sejak Juli 2025. “Kami memang memulai lebih awal agar persiapan matang. Namun, pada tahap awal ini kekuatan Jatim secara keseluruhan belum terlihat jelas,” kata Nabil, Selasa (22/7/2025).
Pada tahap awal, fokus Puslatda diarahkan pada atlet-atlet peraih medali emas dan perak di PON XXI 2024 Aceh-Sumut. Berdasarkan data KONI Jatim, tercatat ada 226 atlet yang masuk kriteria. Meski demikian, tidak semuanya otomatis bergabung.
“Pertama, kami melihat kondisi fisik mereka. Kedua, bagi peraih emas dan perak, jika usianya tidak memenuhi syarat untuk PON mendatang, akan kami ganti dengan atlet lain,” tegas Nabil.
Salah satu contohnya adalah cabang olahraga balap sepeda yang memiliki batas usia maksimal 21 tahun. Dengan demikian, komposisi atlet pasti mengalami perubahan sesuai regulasi masing-masing cabang olahraga.
Selain memantau peraih medali PON, KONI Jatim juga membuka peluang bagi atlet jebolan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta single event dalam beberapa tahun terakhir. Prestasi mereka akan dibandingkan dengan catatan performa Puslatda sebelumnya.
“Bisa saja ada yang bagus di Porprov, tapi belum memenuhi standar Puslatda. Jika ada potensi, tetap kami bina dan kembangkan. Kalau sudah sesuai kriteria, langsung kami rekrut,” jelasnya.
Untuk memastikan program berjalan optimal, KONI Jatim juga menyiapkan tes berkala bagi para atlet. Nabil menambahkan, akan ada program training camp dan try out baik di dalam maupun luar negeri untuk menambah pengalaman tanding para atlet.
“Untuk try out, kami fokus pada event-event bergengsi,” pungkas Nabil. (way/ted)






