Surabaya (beritajatim.com) – KONI Jawa Timur menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur (Dispora Jatim) yang akan mengambil alih peran pembinaan cabang olahraga prestasi di wilayahnya. Keputusan ini menyusul diberlakukannya Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 yang menuai banyak kritik.
Menurut Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jatim, Dudi Harjantoro, pengelolaan olahraga prestasi tidak bisa dilakukan sembarangan, apalagi jika dijalankan oleh pihak yang tidak memahami sepenuhnya proses pembinaan atlet.
“Kalau dikelola oleh yang tidak paham, pembinaan prestasi akan jauh dari harapan. Kita ingin Indonesia Emas 2045, bukan Indonesia Cemas,” ucap Dudi Harjantoro, Senin (9/6/2025).
Dudi juga menyebut bahwa sejumlah akademisi telah menggandeng praktisi olahraga untuk melakukan kajian kritis terhadap regulasi baru dari Kementerian Pemuda dan Olahraga tersebut.
“Tujuannya adalah mendorong perbaikan kebijakan agar pembinaan olahraga prestasi di Indonesia bisa berjalan lebih baik, adil, dan sesuai standar internasional,” imbuhnya.
Polemik antara Dispora Jatim dan KONI Jatim ini pun terus bergulir. Meski banyak pihak berharap keduanya dapat segera menemukan titik temu demi menjaga integritas dan keberlanjutan pembinaan atlet, sinyal yang diberikan Dispora menunjukkan tekad kuat untuk tetap mengambil alih kewenangan tersebut.
Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) adalah organisasi olahraga nasional yang bersifat mandiri, profesional, dan independen. KONI tidak termasuk dalam struktur pemerintahan formal dan memiliki tugas pokok membina, mengembangkan, serta mengoordinasikan olahraga prestasi di tingkat nasional, daerah, dan internasional.
Ketegangan ini menambah daftar kontroversi dari penerapan Permenpora 14/2024 yang dinilai sejumlah kalangan membuka celah intervensi pemerintah terhadap organisasi olahraga. Jika tidak diselesaikan secara hati-hati, kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu target prestasi olahraga nasional, termasuk visi besar menuju Indonesia Emas 2045. [way/ian]






