Banyuwangi (beritajatim.com) – Pasca relokasi ke tempat baru, pedagang pasar Banyuwangi mulai merasakan aktivitas ekonominya berjalan. Mereka tampak sibuk di lapak-lapak masing-masing melayani para pembeli.
Gedung Wanita yang menjadi area relokasi pasar Banyuwangi, tampak ramai dipadati pengunjung. Pedagang maupun pembeli saling berinteraksi layaknya di pasar lama.
Kondisi itu mendapat sambutan positif oleh sejumlah pedagang. Salah satunya datang dari Siti Nurhayati.
“Awalnya sempat khawatir dengan relokasi ini, takut kehilangan pelanggan tetap. Namun Alhamdulilah ternyata mulai banyak pembeli yang datang,” kata Siti.
Tak ubahnya pedagang lain, Sri Puryati juga menyampaikan hal yang nyaris sama. Dia mengaku lapak baru di area relokasi terbilang cukup nyaman.
Lokasi itu, akan menjadi tempat mereka yang baru untuk berjualan selama setahun ke depan. Atau, terhitung saat Pasar Banyuwangi rampung dibangun.
“Bersyukur masih diberi tempat. Jadi tidak terlantar. Kalau soal rezeki, itu sudah ada yang mengatur,” imbuh dia.
Begitu juga pembeli, mereka mengaku nyaman saat masuk ke area relokasi pasar Banyuwangi. Mereka tetap senang meski harus menyesuaikan dengan lokasi para pedagang.
“Rasanya nyaman saja kok berbelanja di sini,” ucap Anang Teguh salah seorang pembeli.
Relokasi pedagang dilakukan karena Pasar Banyuwangi saat ini akan direvitalisasi, menjadi pusat belanja dan kawasan heritage yang terintegrasi dengan Asrama Inggrisan, eks kantor dagang Inggris. Revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan ini didukung Kementerian PUPR. (rin/ted)






