Malang (beritajatim.com) – Tiga bersaudara asal Malang, Maurine Margaretha Potalangi, Christine Clearesta Potalangi, dan Albert Alvin Potalangi, membuktikan bahwa pilihan kuliah di STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang) membuahkan hasil manis. Mereka bertiga berhasil mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum mengikuti Wisuda ke-77 Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) yang digelar Sabtu (26/4/2025) di halaman kampus ABM Malang.
Maurine Margaretha Potalangi, anak pertama dari enam bersaudara, menjadi inspirasi bagi kedua adiknya. Ia menyelesaikan S1 jurusan Akuntansi di ABM Malang dengan IPK 3,81, kemudian melanjutkan S2 Magister Manajemen Keuangan dan lulus dengan IPK 3,6.
Maurine saat ini bekerja di PT Gudang Garam, Kediri. Sebelumnya saat sebelum lulus S1 di ABM ia telah diterima melalui rekrutmen kampus bersama PT Spiel, bahkan sebelum sidang akhir S1, sebelum akhirnya pindah ke PT Gudang Garam.
“Di sini suasana kekeluargaan terasa sangat kental, dan lokasinya yang alami membuat nyaman. Tidak semua kampus punya atmosfer seperti ini. Itu yang membuat saya mengajak adik-adik untuk kuliah di sini juga,” ujar Maurine menjelaskan soal STIE Malangkuçeçwara.
Jejak Maurine diikuti Christine Clearesta Potalangi, anak ketiga di keluarga, yang juga lulus dengan predikat cumlaude, meraih IPK 3,83 di jurusan Akuntansi pada tahun 2023. Tak lama setelah lulus, Christine langsung diterima bekerja di Orang Tua Group, dan kemudian bergabung dengan PT Gudang Garam.
“Saya menjalani satu tahun di Orang Tua Group. Selang berapa bulan gitu langsung dipanggil sama PT Gudang Garam Kediri,” ujar Christine Clearesta.
Sementara itu, Albert Alvin Potalangi, anak keempat, menyelesaikan kuliah di jurusan Human Resource Management (HRM) dengan IPK 3,5 hanya dalam 3,5 tahun. Albert tidak hanya aktif di dunia akademik, tetapi juga mulai merintis usaha sendiri sebelum lulus, yakni bisnis kopi keliling dan showroom mobil.
Melihat kesuksesan kakaknya, Albert termotivasi untuk berprestasi serupa. “Kakak saya bisa, kenapa saya tidak bisa,” ujarnya penuh semangat.
Ketiganya sepakat bahwa lingkungan kampus ABM Malang sangat mendukung pertumbuhan akademik dan karier mahasiswa. Maurine berpesan kepada adik-adik mahasiswa untuk tidak menyerah, karena dunia kerja adalah proses lanjutan yang menuntut ketekunan dan kesiapan.
“Langkah kalian baru saja membuka pintu. Lanjutkan perjuangan hingga benar-benar memahami dunia kerja,” pesan Maurine.
Kisah inspiratif ini mendapat perhatian khusus dari pihak kampus. Wakil Ketua Panitia Wisuda, Drs. Mohamad Soedarman, MM., Ak., CA., mengungkapkan apresiasinya terhadap keluarga Potalangi.
“Kami sangat menghargai dan mengapresiasi kepercayaan orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di ABM Malang. Ini momen spesial, satu keluarga bisa lulus bersama,” ujarnya.
Soedarman juga menyebutkan bahwa pada wisuda kali ini, ABM Malang meluluskan lebih dari 100 mahasiswa. 77 di antaranya berasal dari S1 manajemen dan akuntansi, kemudian sebanyak 36 mahasiswa dari program Pascasarjana.
Sementara itu, Ketua STIE Malangkuçeçwara, Drs. Bunyamin, M.M., Ph.D., juga mengungkapkan rasa bangganya. “Kami tidak perlu banyak testimoni atau promosi. Kepercayaan keluarga ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan kami tetap terjaga. Mereka adalah contoh loyal customer yang percaya pada mutu ABM,” tegas Bunyamin.
Lebih lanjut, Bunyamin menambahkan bahwa 26 persen dari total wisudawan tahun ini sudah mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda, sebuah pencapaian yang membanggakan di tengah ketatnya persaingan dunia kerja.
Ia menyatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari strategi kampus dalam memperkuat program magang, baik di dalam maupun luar negeri. STIE Malangkuçeçwara juga konsisten membangun jaringan kuat dengan dunia usaha dan industri (DUDI).
“Program magang kami sangat masif. Sekarang mahasiswa sadar bahwa pengalaman kerja sejak dini itu penting. Relasi kami dengan banyak perusahaan juga mempermudah mahasiswa untuk masuk ke dunia profesional,” jelas Bunyamin.
Kisah sukses Maurine, Christine, dan Albert membuktikan bahwa dengan pilihan pendidikan yang tepat, lingkungan kampus yang mendukung, dan semangat belajar yang tinggi, meraih karir impian bahkan sebelum wisuda bukanlah hal yang mustahil. (dan/ian)






