Surabaya (beritajatim.com) – Komunitas Orang Tua Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember angkatan 2025 (KOMITS 2025) menjadwalkan audiensi dengan pimpinan kampus besok, Kamis (16/4/2026). Pertemuan ini membahas penguatan skema bantuan mahasiswa lewat peran aktif orang tua wali.
Ketua Umum KOMITS 2025, Julita Paramitasari menjelaskan inisiatif ini muncul untuk merespons kendala mahasiswa yang sering kali mendesak. Kelompok ini memosisikan diri sebagai penyangga awal sebelum mahasiswa masuk ke birokrasi bantuan formal.
“Kami melihat ada kebutuhan yang harus direspon cepat, sementara proses bantuan formal memiliki tahapan. KOMITS hadir untuk mengisi ruang tersebut sebagai dukungan awal,” ujar Mita, Rabu (15/4/2026).
Skema dukungan yang disiapkan menerapkan sistem verifikasi data mandiri. Langkah ini memastikan setiap penyaluran bantuan sosial maupun logistik tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka bagi seluruh anggota.
Selama ini, para orang tua telah memulai aksi sosial seperti berbagi logistik di Masjid Manarul Ilmi ITS. Mereka juga berkoordinasi dengan Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IKOMA) untuk menyokong mobilitas harian mahasiswa di kampus.
Mita menegaskan bahwa kehadiran KOMITS 2025 bukan untuk mengambil alih tugas lembaga resmi di internal ITS. Pihaknya hanya ingin mempercepat penanganan saat ada mahasiswa yang membutuhkan bantuan darurat.
“Kami tidak mengambil alih peran yang sudah ada. Justru kami ingin menjadi bagian dari sistem yang lebih besar, dengan memberikan dukungan pada tahap awal,” tegasnya.
Pertemuan besok diharapkan melahirkan kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan orang tua. Sinergi ini dinilai mampu menjaga kelancaran studi mahasiswa agar tidak terhambat persoalan finansial di tengah jalan. [ipl/but]






