Surabaya (beritajatim.com) – JHL Group, melalui perusahaannya Dewacoco, terus menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan industri agro bisnis di Indonesia. Perusahaan yang didirikan oleh Jerry Hermawan Lo ini telah mendirikan dua pabrik pengolahan kelapa, yang berlokasi di Desa Goal, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dan Manado, Sulawesi Utara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi industri kelapa di Tanah Air.
Selain dua pabrik tersebut, JHL Group juga berencana membangun pabrik pengolahan kelapa di Kalimantan yang sedang dalam proses pengembangan, serta menjajaki pendirian pabrik serupa di Kepulauan Riau.
Dengan adanya pabrik pengolahan Dewacoco, kelapa yang sebelumnya diekspor dalam bentuk utuh kini diolah terlebih dahulu sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. “Kalau dulu kelapa Indonesia diekspor dalam bentuk utuh, sekarang dengan pabrik ini, kami bisa olah dulu sebelum diekspor. Ini yang dinamakan hilirisasi kelapa,” ujar Founder Dewacoco, Jerry Hermawan Lo.
Sebelumnya, petani di Halmahera menjual kelapa dalam bentuk kopra, yang sabutnya seringkali menjadi limbah. Dewacoco hadir dengan solusi inovatif, yakni mengolah limbah sabut kelapa menjadi bahan bakar biomassa. “Dewacoco jadi perusahaan satu-satunya di dunia penghasil bahan bakar biomassa dari limbah sabut kelapa,” tambah Jerry.
Saat ini, pabrik kelapa milik Dewacoco telah mempekerjakan lebih dari 1.000 karyawan, mayoritas adalah putra-putri daerah. Selain itu, Dewacoco juga bekerja sama dengan sekitar 5.000 petani kelapa. Jerry menegaskan, “Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah.”
Pabrik Dewacoco di Halmahera saat ini mampu mengolah 100 ribu butir kelapa per hari, dengan target mencapai 250 ribu butir kelapa per hari pada 2025. Sementara pabrik di Manado bisa mengolah 150 ribu butir kelapa per hari, dan ditargetkan meningkat menjadi 500 ribu butir per hari tahun depan.
Dewacoco tidak hanya fokus pada pengolahan kelapa, tetapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para petani. Dengan perawatan yang tepat, produktivitas kelapa bisa meningkat hingga tiga kali lipat.
“Jika biasanya satu pohon kelapa menghasilkan sekitar 40 butir kelapa per tahun, dengan penanganan yang benar, pohon kelapa bisa menghasilkan 120 butir kelapa per tahun,” jelas Jerry.
Proses pengolahan kelapa di Dewacoco sangat efisien, tanpa menyisakan limbah. Sabut kelapa diolah menjadi briket biomassa, tempurung kelapa dijadikan charcoal, dan bagian kulit diolah menjadi coconut paring oil. Daging kelapa dipisah menjadi Crude Coconut Oil (CCO) dan dessicated, yang dapat diolah menjadi tepung atau Virgin Coconut Oil (VCO).
Tidak hanya berfokus pada bisnis, Jerry Hermawan Lo memiliki visi sosial untuk menyekolahkan anak-anak petani kelapa hingga jenjang sarjana. “Saya punya cita-cita akan mencetak 1.000 sarjana pertanian dalam waktu 5 tahun,” ungkap Jerry. [way/beq]






