Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komite SMKN 12 Surabaya, S. Purwanto, membantah tudingan penahanan ijazah yang viral di media sosial beberapa hari terakhir. Ia menegaskan, Komite Sekolah tidak pernah mempersulit pengambilan ijazah, apalagi melakukan penahanan.
Menurut Pak Kapur, sapaan Purwanto, Komite Sekolah hanya berperan sebagai mitra dan mediator yang membantu proses pengambilan ijazah siswa, bukan pihak yang memiliki wewenang administrasi sekolah.
“Untuk siswa-siswi yang sudah lulus, tolong ijazahnya diambil. Bagi yang masih ada tanggungan bersifat sukarela, silakan datang ke Komite, saya bantu. Tidak ada penahanan ijazah. Kami tidak mempersulit,” ujarnya, Jumat (25/7/2025).
Pernyataan ini muncul menyusul viralnya video dari Pengacara Sholeh yang menyoroti siswa SMKN 12 Surabaya belum menerima ijazahnya meski telah lulus. Sholeh mempertanyakan kenapa siswa diminta mengambil ijazah melalui Ketua Komite Sekolah.
“Ini miris. Apa hubungannya ijazah dengan Komite Sekolah?” ucap Sholeh dalam video yang diunggah Kamis (24/7/2025).
Merespons hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, langsung melakukan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa tidak ada penahanan ijazah dan meminta publik tidak gegabah menilai sebelum mencari informasi dari sumber resmi.
“Saya jamin tidak ada penahanan ijazah. Kadang siswa belum ke sekolah, tapi sudah mengira ijazah ditahan. Padahal kalau datang, pasti diberikan. Itu hak siswa,” tegas Aries.
Melalui klarifikasinya kepada Aries, Kepala SMKN 12 Surabaya, Cone Kustarto Arifin, juga menyampaikan bahwa sekolah telah menginformasikan secara terbuka melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, situs resmi, dan pengumuman tertulis bahwa ijazah bisa diambil tanpa biaya apa pun.
Menanggapi kabar yang beredar, Purwanto kembali menegaskan komitmen Komite Sekolah untuk membantu siswa, bahkan dengan cara jemput bola. “Bagi alumni yang belum ambil ijazah, silakan datang. Atau beri kami alamat rumah, kami antar langsung,” jelasnya.
Tiga siswa yang sempat menyampaikan keluhan kepada Pengacara Sholeh dan diunggah di media sosial pun telah datang ke sekolah pada Jumat (25/7/2025), dan berhasil mengambil ijazah tanpa kendala. [ipl/but]







4 Komentar
Gunanya komite apa? Mereka cuman kacung bentukan sekolah yg digunakan untuk melakukan pungutan biar sekolh bisa cuci tangan saat afa komplain kyk gini
Hoax😂😂, sebagai murid ngerasain sendiri… Harus minta ttd sana sini… Kalo gak ada penanggung jawabnya disuruh kembali lagi besok… Gitu terus… Sampe akhirnya males ngambil😂
Kalau ada pengacara baru viral…
Penjarahan komite & kepseknya
Terlebih kepala kepala dinas … Belum investigasi sdh bilang tdk ada pelanggan
Benar kata Gus Dur: negeri hancur gara² Ndak berani menghukum org salah
Hoax hoaxxx😂