Bojonegoro (beritajatim.com) – Seiring masih banyaknya petani di Kabupaten Bojonegoro yang mengeluh karena sulitnya mendapat pupuk subsidi, anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri akan mengusulkan penambahan jumlah kuota kepada pemerintah.
“Kami akan berangkat ke kantor Kementerian Pertanian, dan meminta kuota pupuk Bojonegoro ditambah,” ujar Lasuri di depan ratusan warga Dusun Nunuk, Desa Pomahan, Kecamatan Baureno saat menggelar acara sedekah bumi, Rabu (9/11/2022).
Politisi Partai Amanat Nasional itu mengaku sering mendapat keluhan dari warga tentang terbatasnya pupuk subsidi. Apalagi, pupuk jenis ZA dan SP 36 sudah dicabut oleh pemerintah. Sedangkan pupuk subsidi kini tinggal pupuk Urea dan Phonska.
Dia menambahkan, meski kuota pupuk ZA dan SP 36 dihapus, namun khusus untuk petani tembakau masih bisa mendapatkan jenis pupuk SP 36 di kios masing-masing desa.
Salah seorang petani di Kecamatan Kanor Sudardi menyebut kuota pupuk subsidi yang dibeli dari kios desanya tidak mencukupi untuk memupuk tanamannya. Apalagi pada musim tanam (MT) II ini tidak ada paket pupuk organiknya. “Semua petani kesulitan mendapatkan pupuk. MT I bulan Mei masih dapat organik, sekarang tidak dapat,” ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro menambah jumlah kuota pupuk subsidi di tahun 2022. Penambahan kuota dilakukan untuk mencukupi kebutuhan petani saat musim tanam di akhir tahun.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pupuk-subsidi”]
Subsidi tambahan yang diberikan yakni untuk pupuk Urea sebanyak 1.046 ton dan pupuk NPK sebanyak 6.380 ton. Sehingga, total kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Bojonegoro setelah ada tambahan sebesar 73.631 ton untuk Pupuk Urea dan Pupuk NPK 45.300 ton.
Kuota tersebut diperuntukkan untuk petani penggarap lahan sawah yang terdata Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) sebanyak 240 ribu jiwa. Setiap penerima mendapat alokasi sesuai luasan lahan yang digarap.
“Setiap penerima maksimal menggarap lahan seluas dua hektar,” ujar Sub Koordinator Pupuk dan Alat Mesin Pertanian, DKPP Kabupaten Bojonegoro Tatik Kasiati. [lus/suf]






