Surabaya (beritajatim.com) – Komisaris Utama PT Pegadaian A.M. Putranto menegaskan bahwa disiplin merupakan titik awal dalam membentuk kepemimpinan yang kuat dan berintegritas. Menurutnya, tidak ada capaian besar yang lahir tanpa disiplin sebagai fondasi karakter.
“Semua hal besar selalu diawali dari disiplin. Disiplin membentuk kepribadian, dan kepribadian itulah yang akan membangun organisasi. Tanpa disiplin, kita tidak akan mampu menciptakan pemimpin yang berintegritas dan amanah,” kata A.M. Putranto.
Pernyataan tersebut disampaikan Putranto saat memberikan pembekalan kepada peserta Pegadaian Future Leader Program (PFLP), program pengembangan kepemimpinan internal yang diikuti calon pemimpin Pegadaian dari berbagai unit kerja.
Dalam arahannya, Putranto juga menyinggung nilai-nilai yang menurutnya menjadi alasan utama kepercayaan yang ia terima hingga dipercaya mengemban jabatan publik di tingkat nasional.
“Saya dipercaya karena integritas, karena loyalitas, dan karena amanah. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi DNA setiap pemimpin Pegadaian,” ujarnya.
Selain soal karakter, Putranto mengingatkan pentingnya cara berpikir pemimpin dalam menghadapi persoalan organisasi. Ia menilai sikap reaktif justru berpotensi memperburuk situasi jika keputusan diambil tanpa pemahaman menyeluruh.
“Kalau ada masalah, jangan langsung bereaksi. Cari akar masalahnya dengan baik, pilah dulu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan mengambil keputusan sepihak, karena itu tidak bijaksana. Keputusan harus melihat kondisi di lapangan dan memahami kultur organisasi,” lanjutnya.
Materi pembekalan disampaikan melalui paparan langsung yang dilengkapi enam video pendukung. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu peserta memahami filosofi kepemimpinan yang menekankan kerja dengan hati, profesionalisme, serta kesadaran atas tanggung jawab jabatan.
Di tingkat wilayah, Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya Beni Martina Maulan menyebut PFLP sebagai salah satu jalur pembentukan kader pimpinan yang dipersiapkan menghadapi dinamika bisnis dan tuntutan tata kelola perusahaan.
“Program PFLP menjadi ruang pembentukan pemimpin Pegadaian yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga matang secara karakter,” ujar Beni.
Ia menambahkan, peserta program didorong untuk memahami langsung kondisi operasional di lapangan agar setiap keputusan yang diambil selaras dengan realitas bisnis dan kebutuhan nasabah.
Pegadaian Future Leader Program merupakan program pengembangan kepemimpinan berdurasi 24 minggu yang diikuti 112 peserta. Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan kelas, penugasan kerja, proyek kelompok, serta evaluasi akhir dengan standar kelulusan tertentu.
Melalui program ini, Pegadaian menyiapkan calon pemimpin yang tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman nilai, etika, dan cara mengambil keputusan di dalam organisasi. [beq]








