Surabaya (beritajatim.com) – Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur secara resmi membidik predikat juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 menyusul kepastian cabang olahraga ini kembali dipertandingkan. Sebagai langkah konkret, KODRAT Jatim akan mendatangkan Sang Guru Putri Dara Mentari Dradjat dari Perguruan Pusat untuk memimpin pelatihan khusus guna mendongkrak kualitas atlet pada nomor seni gerak.
Ketua Umum Pengprov KODRAT Jatim, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyatakan rasa syukurnya atas hasil Rakor KONI Pusat yang mengonfirmasi status Tarung Derajat di ajang empat tahunan tersebut. Menurutnya, prestasi gemilang Jawa Timur dalam dua tahun terakhir menjadi modal kuat untuk meraih hasil maksimal di kancah nasional.
“Alhamdullilah, kita mendapatkan kepastian tarung derajat dipertandingkan di PON 2028 dari hasil Rakor KONI Pusat. Tentu ini gambar gembira dan Jatim harus segera bersiap. Dengan persiapan yang baik, target kita adalah juara umum, ” ucap BHS saat mendampingi anggota DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, Sabtu (7/3/2026).
Guna mencapai target ambisius tersebut, KODRAT Jatim telah merancang program pembinaan sistematis, mulai dari peningkatan kualitas teknik hingga kompetisi berjenjang. Pelatihan seni gerak yang dipandu langsung oleh Sang Guru Putri pada April 2026 mendatang diharapkan menjadi pembeda bagi performa atlet Jawa Timur dibandingkan daerah lain.
“Untuk bisa menjadi juara nomor seni gerak harus kita tingkatkan kualitasnya. Rencananya pada April 2026, kita akan gelar pelatihan dengan dipandu langsung oleh perguruan pusat. Untuk nomer tarung kita sudah mampu bersaing, tapi harus tetap kita jaga dan ditingkatkan, ” ungkap pria yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI tersebut.
BHS juga mendesak KONI Jatim agar segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pusat Latihan Daerah (Puslatda) bagi cabang olahraga Tarung Derajat. Keberadaan pemusatan latihan dinilai krusial agar program latihan dapat dijalankan secara disiplin dan terpantau langsung oleh tim pelatih demi menjaga daya saing atlet.
KODRAT Jatim berharap kuota Puslatda dapat diberikan secara maksimal agar tim bisa mengisi seluruh kelas pertandingan. Hal ini penting untuk memuluskan langkah para atlet dalam memperebutkan tiket kelolosan di ajang Pra PON yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang.
“Tentu harapan kita kuota Puslatda untuk tarung derajat bisa maksimal, karena kita harus tampil di semua kelas untuk mengejar tiket PON yang akan diperebutkan di Pra PON pada 2027 mendatang. Persaingan di tarung derajat ini ketat, dapat 5 atau 6 emas sudah bisa juara umum, ” ujar BHS.
Strategi jangka panjang ini merupakan respons cepat Pengprov KODRAT Jatim untuk mengamankan dominasi Tarung Derajat di tingkat nasional. Dengan melibatkan pelatih dari perguruan pusat dan pengawasan intensif melalui Puslatda, Jawa Timur optimistis mampu mengungguli pesaing-pesaing kuat dari provinsi lain pada PON 2028. [way/ian]






