Ponorogo (beritajatim.com) — Suasana halaman Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Tonatan, tampak berbeda. Sejak pagi, ribuan santri berbaris rapi mengikuti aba-aba dari anggota TNI. Selama tiga hari ke depan, mereka akan ditempa dalam latihan baris-berbaris (PBB) oleh Kodim 0802/Ponorogo.
Sebanyak 30 personel Kodim 0802/Ponorogo diterjunkan untuk melatih 1.571 santri, terdiri atas 755 santriwati dan 816 santriwan yang kini duduk di kelas 10 dan 11. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab di kalangan santri.
Wakil Ketua Madrasah Aliyah Darul Huda Mayak, Surip, menyampaikan bahwa pelatihan ini kembali digelar setelah cukup lama hanya dilakukan secara internal. “Pelatihan PBB dalam rangka menumbuhkan karakter disiplin melalui baris berbaris,” kata Surip.
Ia menambahkan, pihak pondok berharap para pelatih dari Kodim dapat memberikan yang terbaik selama masa latihan tiga hari tersebut, sehingga ke depan para santri menerapkan kedisiplinan dalam aktivitas di lingkungan pondok.
“Mudah-mudahan kesempatan tiga hari ini, tim pelatih memberikan yang terbaik untuk melatih kedisiplinan mulai cara berbaris yang benar, berjalan yang benar, serta kedisiplinan dalam melaksanakan segala aktivitas di lingkungan pondok pesantren,” terangnya.
Sementara itu, Pasiops Kodim 0802/Ponorogo, Kapten Kav Heru Siswanto, yang hadir mewakili Dandim Letkol Arh Farauk Saputra, menyampaikan apresiasinya kepada pihak pondok yang kembali mempercayakan pelatihan ini kepada Kodim.
“Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami Kodim 0802/Ponorogo untuk melatih para santriwan dan santriwati dalam pelatihan baris-berbaris yang rutin dilakukan tiap tahun sekali, termasuk pada tahun 2025 kali ini,” ujar Kapten Heru.
Ia menegaskan, jajaran TNI tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Para pelatih akan memberikan pembinaan secara maksimal agar tujuan utama pelatihan, yaitu menanamkan semangat disiplin dan kerja sama, benar-benar tercapai.
“Selain membentuk postur dan kekompakan, pelatihan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Selama tiga hari latihan, para santri akan mempelajari teknik dasar baris-berbaris, penghormatan, langkah tegap, hingga kekompakan regu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pelatihan fisik, tetapi juga sarana pembentukan karakter bagi generasi muda pesantren. Darul Huda Mayak sendiri dikenal sebagai salah satu pesantren besar di Ponorogo yang rutin menjalin kemitraan dengan TNI dalam pembinaan kedisiplinan dan bela negara bagi santrinya. (end/kun)






