Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah kejadian kocak terjadi di lingkungan kepolisian Surabaya ketika Polsek Semampir harus meminta bantuan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melepas borgol yang macet dari tangan tahanan kasus pencurian motor. Borgol itu tak kunjung bisa dibuka sejak dipasangkan pada tersangka bernama Fathur Rosi saat ditangkap di Jalan Sidotopo Kidul, Senin (14/7/2025).
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan permintaan bantuan itu diterima pihaknya pada Selasa (15/7) siang. Petugas Polsek Semampir datang langsung ke Mako Damkar untuk mengajukan permohonan bantuan teknis pelepasan borgol.
“Borgol tangan kiri tidak bisa dibuka karena gerigi borgolnya macet, dan hari itu anggota dari Polsek Semampir datang ke Mako Rescue untuk permintaan bantuan pelepasan,” ujar Wasis, Rabu (16/7/2025).
Situasi darurat tersebut ditangani Tim Rescue Damkar Surabaya dengan melakukan koordinasi cepat. Proses pelepasan borgol dilakukan di Mako Polsek Semampir. Tim Rescue mengikir lalu memotong paksa borgol berbahan logam itu agar tangan tahanan tidak terluka.
“Evakuasi kemudian dinyatakan selesai dan kondusif sekitar pukul 13.45 WIB,” jelas Wasis.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik karena terbilang jarang terjadi, di mana petugas Damkar yang biasanya menangani kebakaran dan penyelamatan justru diminta membantu melepas borgol macet milik kepolisian. Meski terkesan konyol, kolaborasi lintas instansi tersebut menunjukkan kesiapsiagaan semua pihak dalam menghadapi kondisi darurat, sekecil apapun. [ram/beq]






