Pencak silat adalah jalan yang dipilih Najmia Zahira Putri Abdillah dengan semua konsekuensinya. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, ini paham ini jalan yang tak mudah untuk ditempuh.
Menekuni pencak silat di perguruan Tapak Suci sejak usia sekolah dasar, Zahira harus beradaptasi cepat dengan dunia perkuliahan saat diterima di Unej. Gadis berjilbab ini terkadang kesulitan dalam membagi waktu antara kuliah dan latihan.
“Karena masih mahasiswa baru, saya masih bingung dalam membagi waktu antara kuliah dan latihan. Tapi sebisa mungkin saya sempatkan untuk mengikuti latihan. Biasanya saya melakukan latihan pada malam hari setelah selesai kuliah. Juga memaksimalkan waktu senggang untuk latihan,” kata Zahira, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (18/11/2022).
Hasil tentu saja tak mengingkari kerja keras. Zahira akhirnya berhasil meraih medali perunggu kategori kelas B putri dewasa pada kejuaraan silat 12th Airlangga Championship Tapak Suci National Open 2022, di Universitas Airlangga Surabaya, 31 Oktober – 4 November 2022. Kejuaraan ini diikuti seluruh ranting Tapak Suci di seluruh perguruan tinggi dan kota serta kabupaten di Indonesia.
Medai emas diraih atlet dari Sidoarjo dan posisi runner-up direbut atlet Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. “Alhamdulillah melalui perjuagan berat akhirnya meraih medali perunggu. Saya senang berhasil membawa nama Universitas Jember di ajang tingkat nasional,” kata Zahira.
Namun selain kegembiraan, Zahira juga disungkup kekecewaan. “Saya merasa belum mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin. Salah satunya karena kondisi fisik kurang fit sebelum bertanding,” katanya.
“Kalau ditanya apa strateginya agar juara, saya berusaha mengamati lawan dan mencari kelemahannya. Contohnya jika lawan lebih tinggi daripada saya, maka strategi yang harus saya lakukan adalah dengan mendekati lawan dan menyerang dari jarak dekat agar jangkauan lawan yang lebih panjang jadi tidak efektif,” kata Zahira.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Keberhasilan meraih medali perunggu adalah puncak capaian dari kerja keras Zahira saat ini. Ia meneruskan tradisi kependekaran sang ibu yang juga pendekar Tapak Suci. Sebelumnya saat masih duduk di bangku SMP, ia menjadi atlet terbaik dalam sebuah kejuaraan yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember.
Keberhasilan ini mengantarkan Zahira menjadi anggota tim Pencak Silat yang kerap mewakili Jember di berbagai ajang kejuaraan pencak silat antar kabupaten. Berikutnya dia menjadi juara kedua pada Kejuaraan Pencak Silat Bali Open Championship 2019. Hanya pandemi Covid-19 yang bisa memaksanya berhenti mencapai gelar demi gelar. [wir/but]






