Surabaya (beritajatim.com) – Liverpool sukses jadi juara Carabao Cup 2021/22 setelah menang adu penalti dari Chelsea di Wembley Stadium hari senin (28/02) dini hari.
Jürgen Klopp yang dari awal punya komitmen untuk menjadikan ajang ini sebagai pentas bagi kiper pelapis pun menepati janji. Sampai di laga final, Klopp mempercayakan posisi kiper pada pelapis di ‘The Reds’ yaitu Caoimhín Kelleher.
Kelleher jadi penentu kemenangan Liverpool saat laga final Carabao Cup kontra Chelsea. Kelleher ternyata pernah trial di Manchester United. Selain itu, dulunya Kelleher adalah striker murni, lalu bagaimana ceritanya dari striker dia bisa jadi penjaga gawang?
Caoimhín Odhrán Kelleher lahir di Cork, Irlandia, 23 tahun silam. Kelleher merupakan bungsu dari lima bersaudara, di mana anak keempat atau kakaknya adalah laki-laki.
Nama Kelleher sendiri jarang disebut awalannya karena cukup sulit diucapkan. Kelleher sendiri sering bikin bingung soal cara menyebut nama depannya: Caoimhín. Karena itu nama tradisional khas Irlandia yang biasa dilafalkan ‘kwee-ven’, dan memiliki arti kemuliaan.
Sejak kecil, Kelleher udah akrab dengan dunia olahraga. 3 dari 4 kakaknya merupakan atlet hurling, sementara kakaknya yang satu lagi, Fierce, berkarir sebagai pesepakbola profesional dan saat ini bermain di Bradford.
Ternyata Kelleher dulunya seorang striker. Dari kecil hingga remaja, Kelleher menimba ilmu sepak bola di klub lokal bernama Ringmahon Rangers. Hingga usia 13 tahun, ia berposisi sebagai striker, sebelum di-deploy jadi kiper di klub awalnya.
Kelleher merupakan fans Liverpool sejak masih belia. Dia juga sempet trial di Manchester United. Pada tahun 2015 lalu, saat Kelleher umur 17, dia sempat mencoba trial di beberapa klub, termasuk MU.
Namun, tiba-tiba muncul tawaran dari Liverpool yang membuat dia kepincut. Kelleher pun direkrut The Reds usai trial menjanjikan. Dalam kasus ini, bisa dikatakan perjudian yang dilakukan Liverpool cukup berhasil.
Liverpool memboyong Kelleher dari Ringmahon dengan biaya transfer 33 ribu poundsterling atau setara dengan 500 juta rupiah.
Saat itu pihak klub tidak ingin menawar lebih karena merasa sang kiper belum begitu mumpuni. Namun di bawah tangan dingin Klopp, jadilah sosok Kelleher yang sekarang. (dan/ian)






