Jombang (beritajatim.com) – Solikhin dan Muslikah duduk di kursi rumahnya yang ada di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang. Suasana haru menyelimuti rumah itu. Mata Muslikah berkaca-kaca, begitu juga dengan Sholikhin.
Pasangan suami istri (pasutri) ini tidak bisa menyembuynyikan rasa haru. Itu setelah sang anak, Veni Nardianto atau Antok, sungkem kepada mereka. Antok baru saja datang dari pendidikan Akpol (Akademi Kepolisian) di Semarang.
Solikhin tak bisa menyembunyikan rasa bangga terhadap sang buah hati. Pasalnya, doa yang selama ini ia panjatkan diterima Allah. Kebanggaan Solikhin sangat beralasan. Ia hanyanya penjual tahu keliling. Setiap hari dirinya keluar masuk kampung untuk menjajakan dagangannya. Namun anaknya bisa masuk Akpol. “Alhamdulillah, anak saya bisa masuk Akpol,” kata Solikhin.
Hal senada diungkapkan Muslikah. Dia berkisah, dirinya sering diolok-olok tetangga karena dianggap tak memilik uang untuk menjadikan anaknya sebagai polisi. Namun Muslikah dan suaminya tidak pernah menghiraukan cibiran orang-orang di sekitarnya.
Justru doa untuk anaknya itu semakin kencang dihembuskan. Setiap Antok menjalani tes hingga menunggu pengumuman, pasutri ini selalu berdoa. Bahkan mereka rela tidak tidur sampai larut malam. “Selain berdoa, kami juga memberikan motivasi kepada Antok agar selalu giat belajar,” ujar Muslikah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”polisi”]
Muslikah pun berpesan kepada para orang tua agar tidak berkecil hati untuk mewujudkan cita-cita anaknya menjadi Polisi. Walaupun dengan keterbatasan ekonomi, ternyata anaknya dapat mencapai cita-citanya. “Suami saya bekerja sebagai pedagang tahun keliling,” lanjutnya.
Pada, Jumat (7/1/2022), Veni Nardianto, berkunjung ke Polres Jombang. Pemuda ini nampak gagah. Bicaranya sopan dan tertata. Semuanya semakin klop dengan seragam coklat Taruna Akpol yang membalut tubuhnya. Seragam tersebut juga beratribut lengkap.
Pria yang akrab disapa Antok ini sengaja mampir ke Mapolres Jombang, karena sedang pulang kampung. Namun dalam beberapa hari lagi dia harus balik ke asrama Akpol yang ada di Semarang. Antok lalu mengisahkan perjalanannya hingga diterima masuk Akpol. Semuanya tidak berlangsung instan.

Anak kedua dari pasangan Solikhin dan Muslikah itu dinyatakan masuk dan mengikuti pendidikan Akpol di Semarang pada 2018. Antok membenarkan bahwa ayahnya selama ini berjualan tahun keliling. Namun hal itu buka menjadi kendala baginya untuk meraih cita-cita.
Antok berkisah, setelah lulus dari SDN Ngudirejo 1, ia melanjutkan sekolah ke SMPN 3 Jombang. Upayanya mengejar cita-cita, mulai terasa ketika ia berhasil masuk SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah lewat jalur beasiswa hingga lulus 2017.
Setelah lulus, Antok mendaftar Akpol melalui Panda Polda Jatim. Walhasil, dia masuk kuota terus sampai akhirnya lulus dan diterima jadi taruna tahun 2018. “Saat tes di Mapolda Jatim, saya pulang pergi dari Jombang ke Surabaya naik bus. Kadang berangkat saat pagi buta. Karena tes dimulai pagi,” ungkapnya.
“Masuk pada 2018. Saat ini saya masih menjalani pendidikan Akpol tingkat IV. Tahun ini pendidikan berakhir, akan segera lulus dan dilantik menjadi Perwira Polri. “Alhamdulillah, Juli nanti selesai pendidikan,” kata Antok sembari tersenyum. [suf]






