Mojokerto (beritajatim.com) – Kabupaten Mojokerto mengirimkan sebanyak 455 personel untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025. Kontingen tersebut terdiri dari 323 atlet, 97 pelatih, dan 35 official yang akan berlaga di 49 cabang olahraga (cabor).
Kontingen Kabupaten Mojokerto dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhammad Rizal Oktavian dalam sebuah upacara pelepasan di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Selasa (24/6/2025). Ratusan atlet Mojokerto akan bertanding di berbagai arena.
Di Kabupaten Malang ada sebanyak 15 cabor, Kota Malang 24 cabor dan Kota Batu 10 cabor. Meski Porprov secara resmi baru dibuka pada 28 Juni 2025, beberapa cabang telah dipertandingkan lebih awal. Kabupaten Mojokerto pun langsung tancap gas dengan mengoleksi 21 medali.
“Kontingen tahun ini adalah salah satu yang terbesar yang pernah dikirim Mojokerto. Kami percaya dengan persiapan yang sudah dilakukan, para atlet siap bertanding dengan semangat dan sportivitas tinggi,” ungkap Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto, Imam Suyono.
Kabupaten Mojokerto hingga kini telah mengoleksi 21 medali yakni tiga emas, delapan perak dan 10 perunggu. Cabor video, taekwondo, dan dayung menjadi penyumbang awal prestasi tersebut. Kabupaten Mojokerto menempati peringkat kelima sementara, di bawah Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Malang.
Sementara itu, orang nomor dua di lingkungan Pemkab Mojokerto ini mengingatkan seluruh kontingen untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan etika selama berlaga. “Kalian adalah duta Mojokerto. Jaga sikap, jaga semangat, dan jaga kesehatan. Ini bukan hanya soal medali, tapi juga bagaimana kalian membawa nama baik daerah di mata Jawa Timur,” pesannya.
Wabup juga berharap momentum ini bisa menjadi jalan bagi atlet Mojokerto untuk melangkah lebih jauh, bahkan ke level nasional dan internasional. Wabup meminta Porprov sebagai ajang pembuktian dan batu loncatan dan semangat Majapahit harus hidup dalam setiap pertandingan. [tin/suf]






