Malang (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang membuat replika kereta Trem di kawasan Kayutangan Heritage. Trem merupakan transportasi massal di Malang pada era penjajahan Belanda.
Trem berwarna merah dan abu-abu tersebut memiliki tinggi sekitar satu meter dengan panjang gerbong sekitar tiga meter yang dipasang tepat di pedestrian. Bangunannya terletak disamping bundaran patung Chairil Anwar.
“Kami membuat replika gerbong itu disana sebagai penanda kawasan itu punya sejarah panjang. Seperti diketahui saat melakukan penggalian di kayutangan ada bekas jalur trem, jadi itu lebih kepada replika trem dari jaman dahulu,” ujar Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, Jumat, 2 Desember 2022.
Sebagai informasi saat pembangunan Kayutangan Heritage zona satu juga ditemukan bekas jalur trem yang terpendam di bawah tanah. Lokasinya berada di perempatan Jalan Basuki Rahmat alias Rajabali. Pada era penjajahan Belanda sekitar awal 1.914 terdapat jalur trem yang melintas di sepanjang Kayutangan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-malang”]
Trem saat itu dikelola oleh Malang Stroomtram Maafschappij (MSM) yang terpusat di kawasan Blimbing dan Jagalan. Panjang lintasan seluruhnya diperkirakan mencapai sekitar 6 kilometer lebih. Belanda sudah membuka jalur kereta ini sejak 15 Februari 1903 dan ditutup pada tahun 1959 silam.
“Di bangun disitu saja, tujuannya penanda bahwa dikawasan itu pernah menjadi jalur trem jaman kolonial Belanda, dan barangnya (rel) masih ada di bawah (tanah) itu. Bentuknya tidak sama persis dengan trem pada saat itu, tapi setidaknya punya gambaran seperti itu,” tandasnya. (luc/kun)






