Lamongan (beritajatim.com) – Periode pertama kepemimpinan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mendapat apresiasi karena mampu mencapai berbagai target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Hal ini diungkapkan oleh anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Fraksi Partai Gerindra, Anshori, yang menyatakan bahwa pencapaian target RPJMD menjadi indikator utama keberhasilan pemerintahan.
“Dalam menilai keberhasilan pemerintahan, kami melihat pada pencapaian target RPJMD. Jika ada peningkatan sesuai atau bahkan melebihi target, itu menunjukkan keberhasilan,” jelas Anshori.
Anshori, yang kerap disapa Gus Anshori, menambahkan bahwa perjalanan Bupati Yuhronur, atau yang akrab disapa Pak Yes, bersama Wakilnya KH Abdul Rouf, tidak mudah.
Mereka menghadapi berbagai tantangan, seperti pandemi Covid-19 yang menguras anggaran pemerintah untuk penanganan kesehatan, serta masa jabatan yang singkat akibat penyesuaian Pilkada serentak. Namun, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran dan waktu, Bupati Yuhronur berhasil membuktikan kompetensinya dalam memajukan Kabupaten Lamongan.
Capaian Pembangunan Infrastruktur
Salah satu keberhasilan signifikan yang dicapai adalah dalam bidang infrastruktur jalan, yang menurut Gus Anshori, telah memenuhi target RPJMD. “Setiap program pembangunan pasti memiliki skala prioritas dan mempertimbangkan anggaran daerah,” tambahnya.
Kemajuan di Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan
Selain infrastruktur, berbagai indikator lain juga menunjukkan peningkatan positif. Data dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan mencatat beberapa capaian signifikan. Di antaranya, indeks Infrastruktur mencapai 81,98 persen pada tahun 2023, dan meningkat lagi sebesar 2,46 persen pada tahun berikutnya.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 74,02 persen menjadi 74,53 persen. Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) juga mengalami kenaikan, dari 77,89 persen menjadi 79,44 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan pada tahun 2022 mencapai 5,56 persen, lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Timur (5,34 persen) dan Nasional (5,3 persen). Walaupun terjadi perlambatan ekonomi pada 2023 akibat El-Nino, Lamongan tetap mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,28 persen, yang melampaui target.
Di sektor pendidikan dan kesehatan, indeks pendidikan naik sebesar 0,668 persen, sementara indeks kesehatan mencapai 0,844 persen, disertai peningkatan indeks-indeks lainnya.
Keberhasilan Yuhronur dalam berbagai sektor ini menunjukkan dampak positif yang merata di Kabupaten Lamongan. Upaya nyata selama periode pertama kepemimpinannya berhasil memberikan perubahan berarti bagi pembangunan Lamongan. (ted)







8 Komentar
Faktane dalane ajurrr…
Pakai dasar apa?
Wong fatanya hancur
Apa yang peyan bicarakan, jalan yang langsung dirasakan masyarakat seperti ini.
Omong kosong, lamong wes wayae ganti bupati
Aku dlm satu Minggu dua atau tiga kali ke kab merasakan tidak ada kennyaman dijln Krn jalan berlobang dan bergelombang ngene DPRD kok ada yg gak bisa melihat mengatakan berhasil yes sukses membuat banyak kecelakaan jln yes
Likungsn tempst tinggalku BERINGIN INDAH setisp hujan lebat selalu banjir, padahal sungai besar yang berada di pinggir jl. Laras Liris kalau hujan lebat ketinggian airnya hanya seper sepuluh dari tinggi sungai.
Kalau Gerindra ngomong seperti itu ya tidak salah, karena kan partai pendukung.
Likungsn tempat tinggalku BERINGIN INDAH setisp hujan lebat selalu banjir, padahal sungai besar yang berada di pinggir jl. Laras Liris kalau hujan lebat ketinggian airnya hanya seper sepuluh dari tinggi sungai.
Kalau Gerindra ngomong seperti itu ya tidak salah, karena kan partai pendukung.
DPRD taunya jalan mulus di kota2, g ada yang pernah nyawang deso lan dusun.