Lamongan (beritajatim.com) – PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi telah memutuskan bahwa Kick-off Liga 1 ditunda hingga akhir Juli 2021. Diketahui, penundaan Liga 1 tersebut disebabkan semakin meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Penundaan tersebut akan diakhiri, dengan catatan tingkat kasus positif sudah melandai atau turun. Diketahui, hal itu membuat kekecewaan bagi pecinta sepak bola di Tanah Air. Semula, jika berdasarkan jadwal, Liga 1 akan bergulir pada 9 Juli mendatang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persela-lamongan”]
Lebih jauh, keputusan tersebut mendapatkan respon dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, Persela Lamongan. Dalam kesempatan tersebut, Manajer Persela Edy Yunan Achmadi mengungkapkan, pihaknya sangat menghormati keputusan PSSI dan PT LIB.
Menurut Yunan, penundaan Liga 1 2021 itu cukup wajar karena saat ini kasus Covid-19 di berbagai wilayah di Tanah Air mengalami lonjakan. “Kami menghormati keputusan PSSI dan LIB atas penundaan Liga 1 2021, karena seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini kasus Covid-19 memang sedang tinggi,” kata Yunan, Rabu (30/6/2021).
Selanjutnya, Yunan juga mengajak masyarakat khususnya LA Mania agar senantiasa menjalankan protokol kesehatan (Prokes), agar kasus Covid-19 dapat segera menurun dan Liga 1 2021 dapat segera digelar.
“Yang terpenting kita harus tetap menjalankan Prokes yang berlaku, seperti pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan lain sebagainya. Mari bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 ini,” ujar Yunan kepada wartawan. [riq/suf]






