Pasuruan (beritajatim.com) – Dukungan kepada Muhaimin Iskandar terus disuarakan. Kali ini datang dari para kiai se-Pasuruan Barat.
Dukungan ini muncul setelah digelar musyawarah kiai dan warga Nahdliyin se-Kabupaten Pasuruan wilayah barat. Musyawarah dukungan calon presiden kepada Muhaimin Iskandar ini dilakukan di pelataran pondok pesantren Nuruddholam 2 Bangle yang terletak di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dihadiri ratusan kiai.
“Kami mengundang para warga Nahdlyin untuk bermusyawarah khususnya para kiai diwilayah Kabupaten Pasurua bagian Barat. Tujuannya untuk menyepakati dukungan bagi seluruh warga Nahdlyin untuk mendukung Muhaimin Iskandar menjadi Presiden Republik Indonesia,” kata juru bicara Kiai Zainudin Sirod, Sabtu (8/7/2023).
Zainudin juga mengatakan bahwa pertimbangan ini dilakukannya tak semerta merta dalam waktu yang sekejap. Namun oertimbangan ini sudah dilakukan sangat lama dengan melihat secara cultural dan genetik.
Bahkan sebelum menyepakati dukungan ini ada dua tim guna melihat dan menimbang calon presiden 2024. Kedua tim ini yakni tim untuk mengetuk pintu langit dan juga tim untuk menilai.
BACA JUGA:
Lalu Lintas Menuju Lumajang via Ampelgading Dialihkan ke Pasuruan
“Kesepakatannya kami memunculkan empat poin dalam musyawarah kali ini, dan keempat poin itu nantinya untuk mendukung calon presiden atau tokoh muda,” sambung Zainudin yang juga pengirus Pondok Pesantren Nurudh Dholam 1 Bangil.
Poin pertama yakni berisi tentang mewujudkannya cita-cita NU dengan pemimpin yang nasionalis. Lalu pada poin kedua yakni terkait perlunya memahami cultur dan pendidikan NU sehingga bisa memahami karakter warga NU.
BACA JUGA:
Mama Muda Asal Grati Pasuruan Laporkan Suami Karena Tak Dinafkahi Malah Main Perempuan
Poin ketiga, yakni tentang kemampuan serta kapasitas dan sudah berkhitmat untuk seluruh warga NU. Lalu poin yang terakhir yakni mendorong Muhaimin Iskandar untuk menjadi Calon Presiden ataupun Wakil Presiden pada 2024 mendatang.
Sedangkan untuk pemimpin Kabupaten Pasuruan, para warga NU ini akan melakukan musyawarah kembali pada 16 Juli mendatang. [ada/beq]






