Ringkasan Berita:
- Khofifah menyalurkan bansos Rp1,819 miliar untuk warga Kota Kediri.
- Bantuan menyasar keluarga rentan hingga pilar sosial masyarakat.
- Pemprov Jatim fokus mempercepat pengentasan kemiskinan.
- Bansos diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Kediri (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp1,819 miliar bagi masyarakat Kota Kediri di Balai Kota Kediri, Sabtu, 23 Mei 2026.
Penyaluran bantuan dilakukan bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani.
Khofifah Indar Parawansa mengatakan bantuan sosial tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat rentan.
“Hari ini penyaluran bansos senilai Rp 1,819 miliar adalah bagian komitmen Pemprov Jawa Timur memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” kata Gubernur Khofifah.
“Tentu kami berikhtiar untuk terus menghadirkan kesejahteraan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi masyarakat Jawa Timur,” imbuhnya.
Menurut Khofifah, program bantuan sosial menjadi implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera yang diarahkan untuk mendukung visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045.
Ia juga menegaskan program bansos menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.
“Sebagai prioritas utama, kami terus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial lewat perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu,” terangnya.
Khofifah menekankan bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu memberikan efek pengungkit terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.
“Saya selalu sampaikan ke panjenengan semua supaya menggunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada seluruh pilar sosial seperti pendamping sosial, TKSK, dan Tagana yang selama ini mendukung program perlindungan sosial di lapangan.
“Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, ada kerja keras para pendamping sosial, TKSK, Tagana, dan seluruh pilar sosial. Pengabdian panjenengan semua adalah bagian penting dari upaya kita menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antar pilar sosial terus diperkuat agar perlindungan sosial di Jawa Timur semakin responsif dan tepat sasaran.
“Dengan semangat gotong royong, saya optimistis perlindungan sosial di Jawa Timur akan semakin responsif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Adapun bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp1,794 miliar.
Bantuan tersebut meliputi PKH Plus untuk 485 keluarga sebesar Rp2 juta per tahun, BLT DBHCHT bagi 265 buruh pabrik rokok masing-masing Rp1 juta per tahun, serta bantuan kemiskinan ekstrem bagi 125 penerima sebesar Rp1,5 juta per tahun.
Selain itu, terdapat bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas untuk 55 penerima sebesar Rp3,6 juta per tahun dan KIP PPKS Jawara untuk 24 penerima masing-masing Rp3 juta per tahun.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan operasional dan tali asih kepada 48 pilar sosial yang terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.
Sementara itu, Vinanda Prameswati mengatakan penyaluran bantuan sosial tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini diberikan kepada berbagai kelompok dan pilar kesejahteraan di Kota Kediri, bantuan ini penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat serta bentuk penguatan semangat, perhatian dan keberpihakan negara kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Vinanda.
Ia menambahkan Pemerintah Kota Kediri terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
“Kami terus berupaya mewujudkan Kota Kediri yang maju, meningkatkan produktivitas SDM agar kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan lebih luas lagi. Kami juga memastikan bantuan sosial tepat sasaran, semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaiknya sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat kualitas hidup,” pungkasnya. [nm/aje]






