Surabaya (beritajatim.com) – Cagub Jatim nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Rakerda Partai Demokrat Jatim di Empire Palace Surabaya, Rabu (30/10/2024).
“Terima kasih, saya masih berpasangan dengan kader terbaik Demokrat Jatim Mas Emil Elestianto Dardak yang disepakati oleh DPP, untuk kembali memberseiringi kontestasi Pilgub Jatim. Terima kasih seluruh jajaran DPP dan DPD, terutama ketua DPD, termasuk Fraksi Demokrat DPRD Jatim,” katanya.
Khofifah meminta kepada anggota dewan yang telah terpilih agar mengaktivasi tim pemenangan dan jaringannya kembali agar Khofifah-Emil menang signifikan.
“Mas Emil ini nggak hanya dicintai kalangangan milenial atau GenZ, tapi juga emak-emak di pasar. Kalau saya ke pasar, selalu ada yang tanya begini ‘Bu, Pak Emil mana?” tuturnya.
“Insya Allah seluruh kedekatan dari proses penyapaan yang dilakukan bisa meningkatkan elektabilitas Khofifah-Emil. Mohon dikawal pemilih, pastikan mereka datang ke TPS dan pastikan ada saksi di setiap TPS,” imbuhnya.
Pada debat pertama yang lalu, lanjut Khofifah, Jatim siap menjadi gerbang baru nusantara. “Kita ingin memanggil seluruh elemen bangsa. Ada Majapahit di Jatim, episentrumnya di Mojokerto,” tukasnya.
Ketua Demokrat Jatim sekaligus Cawagub Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan kepada seluruh kadernya, agar tidak terlena dengan hasil survey yang sudah unggul di angka 67 persen.
“Terima kasih kepada semua yang hadir, karena kalianlah yang berjuang memenangkan Khofifah-Emil. Seluruh elemen DPC juga hadir kabupaten/kota. Ini kampanye sisa 24 hari, bahwa kampanye kita akan efektif membawa Bu Khofifah kembali memimpin Jawa Timur,” tegasnya.
“Angka kemiskinan dari angka 11,40 persen pada 2021 turun menjadi 9,79 persen di 2024. Kalau ada yang bilang kerjaan nggak jelas, ngawur apa tidak?” tanya Emil kepada ribuan peserta Rakerda yang hadir.
Kemudian, tingkat pengangguran dari 5,17 persen pada 2021 yang diakibatkan wabah Covid-19, sekarang tingkat pengangguran berhasil diturunkan menjadi 3,74 persen saat ini.
“Bukan saja kita pulih, tapi lebih baik daripada sebelum Covid-19. Kalau ada pemimpin yang bilang masih akan belajar ini itu, beda dengan Bu Khofifah yang bisa menggaet investasi datang ke Jawa Timur,” pungkasnya. [tok/beq]






