Surabaya (beritajatim.com) – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin alias Mas Ipin memberikan tanggapannya atas usulan Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Mohammad Nasih terkait ihwal Indonesia Emas 2045.
Mas Ipin sendiri turut menghadiri Diskusi Kebangsaan bertema ‘Gagasan Unair Menuju Indonesia Maju 2034’ yang diselenggarakan oleh Unair dan PP IKA Unair di Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Mengutip pernyataan dari Prof Nasih dalam dsikusi tersebut, Mas Ipin mengatakan bahwa kunci leapfrog Indonesia terdapat pada investasi pendidikan.
Sedangkan sesuai penyataan Mantan Mendikbud RI Prof Mohammad Nuh, Mas Ipin menjelaskan bahwa untuk mewujudkan hal itu, keberadaan endowment fund di dunia pendidikan menjadi satu keniscayaan.
“Tidak hanya untuk beasiswa kepada mereka yang kurang mampu, tetapi juga membangun fasilitas pendidikan berkualitas dan merata,” kata Mas Ipin dalam postingan Instagram miliknya @avinml, seperti dilihat beritajatim.com.
Ia menambahkan, interkoneksi dunia pendidikan dan bursa kerja juga menjadi topik pembahasan. Mengingat, cita-cita pendapatan 13 ribu dollar AS per kapita sebagai syarat lepas dari middle income trap tidaklah mudah.
“Pendidikan sebagai pilar penting pergeseran ekonomi dari yang berbasis sumberdaya menuju berbasis inovasi dan pengetahuan (knowledge based economy),” ujarnya.
Tak hanya itu, Mas Ipin juga mengutip pernyataan Ketua Umum PP IKA Unair Khofifah Indar Parawansa bahwa seluruh gagasan futuristik terkait pendidikan ini harus didetailkan dan disampaikan kepada pemegang kebijakan di semua level. Ini bertujuan untuk mempercepat tercapainya Indonesia maju 2034 mendatang.
Dalam unggahannya, Mas Ipin pun menyematkan informasi terkait beasiswa Science, Technology, Engineering, Art dan Mathematics (STEAM) agar dapat menghubungi Dikpora Trenggalek, Kesra Trenggalek, dan Bappedalitbang Trenggalek.
Sedangkan Khofifah dalam kesempatan itu menyatakan bahwa diskusi kebangsaan ini sangat kualitatif, bahkan mitigatif dan futuristik. Setiap narasumber memberikan pandangan dan masukan untuk mewujudkan percepatan Indonesia Emas 2045 di tahun 2034.
Khofifah mengungkapkan, diskusi ini digelar agar terkomunikasikan apa saja tantangannya, kendala asimetris yang ada dan bersama-sama membahas solusi apa yang terbaik yang bisa dilakukan bersama.
“Konsep yang dipaparkan oleh Rektor Unair sudah sangat komprehensif, bahwa percepatan Indonesia Emas 2045 menjadi 2034 bisa dicapai dengan peningkatan kualitas pendidikan,” kata Gubernur Jatim periode 2019-2024 itu. [ipl/but]






