Surabaya (beritajatim.com) – Pada dasarnya, kebanyakan orang memang ingin menggelar resepsi pernikahan yang cukup berkesan, mengingat harapannya untuk menikah sekali seumur hidup. Jadi, momen pernikahan yang cukup sakral tersebut di rasa perlu dibuat semeriah mungkin dengan mengundang teman-teman dari berbagai kalangan.
Namun, di masa pandemi Covid-19 ini tentu menjadi Kendala tersendiri untuk beberapa pasangan. Apalagi jika ada aturan pembatasan berkegiatan dari pemerintah pusat maupun daerah, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seperti saat ini.
Beberapa pasangan calon pengantin bahkan sudah menyiapkan berbagai keperluan prosesi adat pernikahan jauh-jauh hari. Lantas, mereka terpaksa harus merubah konsep hingga membatalkan sejumlah pesanan, seperti undangan, catering, souvenir, dan lainnya.
Sebenarnya banyak keuntungan menggelar prosesi pernikahan di tengah pandemi. Cukup mengundang sejumlah anggota keluarga dan kerabat akan terasa lebih intim dan menyenangkan untuk saling mengenal dua keluarga yang berbeda. Dari pada banyak orang namun membuat sibuk dan kelelahan.
Tentu saja, selain itu juga tidak perlu mengularkan banyak anggaran. Hal ini, karena undangan yang dibuat juga tidak perlu terlalu banyak hingga mencapai ratusan ataupun ribuan orang. Tabungan yang direncanakan untuk resepsi pun bisa beralih fungsi untuk membayar KPR rumah, mobil, perabotan rumah tangga, atau tabungan pendidikan anak nantinya. Jadi, lebih bermanfaat untuk keberlangsungan hidup setelah menikah, daripada sekadar euforia sesaat.
Di masa pandemi seperti ini, biasanya banyak promo yang ditawarkan oleh beberapa hotel. Tidak perlu pergi ke luar kota, cukup kunjungi hotel di tempat yang masih dalam lingkup satu kota saja. Jadi, view dan fasilitas yang bagus bisa didapatkan dengan harga yang relatif lebih murah.
Jadi, tidak ada alasan untuk bersedih menggelar pernikahan di masa pandemi. Dengan keterbatasan yang ada, mempelai tetap bisa memberikan kesan menyenangkan untuk pengalaman seumur hidup sekali tersebut.
Menikah merupakan niat mulia untuk beribadah. Tidak perlu menunda jika keduanya sudah merasa sama-sama siap, karena niat baik memang harus disegerakan. [fyi/bj0]






