Surabaya (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi mengumumkan jadwal debat pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Debat Pilpres 2024 yang diadakan sebanyak lima kali ini, menggunakan format dengan dihadiri oleh capres-cawapres. Berbeda dengan Pilpres 2019, format debat kali ini tak ada secara khusus menampilkan cawapres.
Sebagai informasi, debat Pilpres 2019 dulu digelar dengan format satu kali debat khusus cawapres, dua kali khusus capres, dan dua lainnya dihadiri capres-cawapres.
Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sekaligus Dewan Pengarah Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Hary Tanoesoedibjo ikut buka suara terkait format debat pada Pilpres 2024 yang diadakan KPU RI dan tidak ada secara khusus menampilkan cawapres.
“Kalau Pak Ganjar dan Pak Mahfud, tanpa persiapan pun mereka sudah siap. Pak Ganjar anggota DPR RI dua periode, gubernur di Jawa Tengah dua periode, 20 tahun legislatif dan eksekutif. Kalau Pak Mahfud malah pernah juga di yudikatif sebagai Ketua MK, menteri sudah berkali-kali sejak era Gus Dur, anggota DPR juga pernah. Saya yakin hasilnya baik. Saya mengimbau kepada KPU agar tetap ada debat cawapres, one on one, yang bukan didampingi atau barengan capresnya,” tegasnya kepada media saat meninjau acara Cek Kesehatan dan Makan Gratis di Gerobak Perindo, Jalan Kalidami Surabaya, Sabtu (2/12/2023).
Menurut Hary Tanoe (HT), debat cawapres harus tetap diadakan. Ini karena rakyat harus tahu kualitas masing-masing capres cawapres yang akan dipilih di Pilpres 2024. “Ini agar transparan kepada masyarakat. Rakyat harus tahu. Saya inginnya begitu. Tapi saya kan bukan bagian pengambil keputusan. Semoga KPU mengadakan debat cawapres,” tuturnya.
Mengenai target kursi Perindo pada Pemilu 2024, HT mengatakan, ada target sebesar 60-70 kursi untuk DPR RI. Sedangkan, untuk DPRD Jatim masing-masing dapil ditarget menyumbang 1 kursi. “Caleg-caleg kita minta turun dan kerja keras. Nanti partai dan caleg akan melakukan konsolidasi pemenangan,” pungkasnya.
Sekadar diketaui, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengatakan, perubahan format (tidak secara khusus menampilkan debat cawapres) ini dilakukan agar pemilih dapat melihat sejauh mana kerja sama masing-masing pasangan capres-cawapres tersebut. “Sehingga, kemudian supaya publik makin yakin lah teamwork (kerja sama) antara capres dan cawapres dalam penampilan di debat,” kata Hasyim, Jumat (1/11/2023).
Sementara itu, Komisioner KPU, Idham Holik membantah bahwa perubahan format ini berarti meniadakan debat capres dan debat cawapres.
Pasalnya, debat khusus capres dan cawapres telah diatur langsung oleh Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) melalui Pasal 277. Tak hanya itu, Keputusan KPU Nomor 1621 Tahun 2023 juga mengatur bahwa debat capres-cawapres dihadiri oleh capres dan cawapres. (tok/kun)
BACA JUGA: Angela Bagikan KTA Perindo dan Gelar Pasar Murah di Surabaya






