Surabaya (beritajatim.com) – Panitia Pusat Muktamar ke-48 berharap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) mengenakan pakaian adat daerah masing-masing saat menghadiri pembukaan muktamar pada 18 November 2022.
Sekretaris Panitia Pusat Muktamar, Muhammad Nurul Yamin mengatakan, harapan agar Ketua PWM dan PWA menggunakan pakaian adat untuk menghadirkan aneka ragam budaya Indonesia.
“Paling tidak dapat merepresentasikan budaya Indonesia yang beraneka ragam, diwakili masing-masing wilayah. Kami berharap ketua-ketua PWM dan PWA bisa menggunakan atau memakai pakaian adat daerah masing-masing di pembukaan,” kata Muhammad Nurul Yamin usai mengikuti Sidang Pleno 1 Muktamar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui rilis resminya kepada media, Rabu (2/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”muktamar-muhammadiyah”]
Terkait persiapan pembukaan Muktamar di Stadion Manahan, Muhammad Nurul Yamin mengatakan masih terus dijalankan oleh panitia muktamar. Demikian juga dengan tamu undangan muktamar yang akan mengikuti pembukaan muktamar juga masih dalam proses identifikasi.
“Sedang diidentifikasi. Tamu-tamu ada beberapa kategori VVIP, VIP dan ada penggembira, ada undangan. Kami masih menunggu beberapa konfirmasi. Nanti menjelang hari H, kami akan rilis tamu-tamu penting yang konfirmasi. Sampai hari ini kami belum berani merilis, masih menunggu untuk konfirmasi,” ujar Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut.
Terkait kehadiran PCIM/PCIA (pimpinan cabang istimewa Muhammadiyah/pimpinan cabang istimewa Aisyiyah) saat pembukaan, Yamin mengatakan, ada 28 PCIM dan PCIA yang diundang dan akan menjadi peninjau sidang Muktamar. [tok/suf]






