Jakarta (beritajatim.com)– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Ulil Abshar Abdalla mengakui jika situasi politik di Indonesia saat ini terkesan murung. Meski demikian secara tegas dirinya menolak berada di barisan golongan putih (golput). Bahkan Gus Ulil sapaan akrabnya menyatakan jika Pemilu 2024 ini merupakan momentum kebangkitan kekuatan kritis.
Melansir dari Akun X Ulil Abshar-Abdalla, Senin (12/22024) dirinya menyebutkan meski banyak peristiwa jelang Pemilu 2024, dirinya secara terbuka tetap akan menggunakan hak pilihnya di bilik suara.
Ia menolak berada di sisi golongan putih atau golput. Gus Ulil juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sebagai wujud warga negara Indonesia yang aktif dan berperan penting dalam pembangunan bangsa Indonesia.
“Saya akan memutuskan memilih, bukan golput. Mari gunakan hak suara anda sesuai panggilan nurani dan bertanggung jawab. Kesempatan memilih adalah nikmat besar yang harus disyukuri dengan cara menggunakannya. Bukan golput,” bebernya dari akun X.
Gus Ulil juga menyebutkan fenomena pergerakan politik jelang Pemilu 2024 memunculkan harapan bangkitnya suara-suara kritis anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ketika membahas kesejahteraan masyarakat maupun regulasi.
“Di satu segi, gembira. Lima tahun mendatang, akan kita lihat bangkitnya lagi kekuatan-kekuatan kritis, baik di parlemen atau di masyarakat,” jelasnya seperti dikutip dari X Ulil Abshar -Abdalla.
Dirinya mengakui banyak keluhan pada sistem dan situasi politik Indonesia akhir akhir ini pada khususnya kaitan Pilpres. Dalam akun X dirinya menyebutkan dengan situasi politik yang murung.
“Banyak yang murung dengan situasi politik Indonesia hari-hari ini. Saya menyertai kemurungan ini. Namun, saya juga punya sikap beda. Saya malah, melihat segi lain,” bebernya masih dari akun X. [aje]






