Jember (beritajatim.com) – Cabang olahraga sepak bola masih menjadi favorit dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, 25 Juni – 3 Juli 2022.
Sebagai salah satu tuan rumah selain Kabupaten Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo, Kabupaten Jember harus merebut medali emas cabang olahraga tersebut.
“Kita sangat diuntungkan karena menjadi tuan rumah. Karena ini cabor paling bergengsi, kami menargetkan medali emas. Kami optimistis jika melihat persiapan tim ini,” kata Ardi Pujo Prabowo, anggota Komisi D DPRD Jember, ditulis Kamis (2/6/2022).
Optimisme ini bukan tanpa dasar. “Kami melihat latihan mereka, meskipun ada hal-hal kecil yang belum semua terpenuhi. Tanggal 17 Juni penyisihan dimulai. Kami berharap tim sepak bola kita lebih maksimal lagi,” kata mantan pemain Persikota Tangerang ini.
Komisi D sempat menanyakan kesiapan cabor sepak bola kepada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Jember. “Tim sepak bola Jember hari ini melakukan enam kali latihan dalam sepekan di Stadion Glori Ambulu, karena Stadion Jember Sport Garden dalam perbaikan,” kata Ardi.
Namun Ardi mengkritik Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember yang kurang berperan dibandingkan KONI Jember.
“Bahkan Ketua KONI Jember Pak Sutikno mengabdikan diri menjadi bapak asuh tim porprov ini. Mungkin dari pendanaan dan lainnya, Pak Tik yang mendukung secara pribadi,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
KONI memang menempatkan cabor sepak bola sebagai salah satu cabor unggulan. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jember Soetriono mengatakan, sepak bola wajib menjadi cabor unggulan.
“Walaupun prestasinya tidak seberapa, tapi wajib jadi cabor unggulan, karena medali emasnya hanya satu dan pemainnya banyak. Itu pun (sepak bola) menjadi ikon di mana-mana,” kata Soetriono beberapa waktu lalu.
Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana jauh-jauh hari menyadari target tersebut. Tim sepak bola Jember dilatih mantan pemain Persid, M. Rofiq. “Bismillah. Kami sudah berlatih sejak Desember 2021. Mereka tinggal menguatkan chemistry saja. Kalau soal permainan, skill mereka sudah bagus. Jadi target emas pun bukan hal mustahil, karena komposisi pemain kami cukup bagus,” katanya.
Dalam Porprov 2019, tim sepak bola Jember gagal lolos ke 16 Besar, setelah dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin Asosiasi Sepak Bola Provinsi PSSI Jawa Timur. Padahal Jember sudah menjadi juara Grup B dan seharusnya berhak lolos ke babak selanjutnya. Dalam tiga pertandingan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Jember membekuk Pamekasan 2-1, Kota Probolinggo 3-1, dan Kabupaten Kediri 3-0.
Asprov PSSI Jatim menilai tim Jember melanggar aturan karena menggunakan pemain tidak sah atas nama Rizki Iswantur yang bernomor punggung 16 saat berhadapan dengan Kediri. Alhasil Komdis menjatuhkan sanksi beruntun berupa pengurangan tiga poin, pembatalan kemenangan, dan Jember dinyatakan kalah 0-3 dalam pertandingan tersebut. Medali emas cabor sepak bola dalam Porprov 2019 akhirnya diraih Kabupaten Tuban yang mengalahkan Sidoarjo dengan skor 2-1, dalam babak final, di Stadion Bumi Wali Tuban, Sabtu (13/7/2019). [wir/ted]






