Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M Nabil, menegaskan pentingnya pengukuran prestasi atlet melalui keikutsertaan dalam single event, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai indikator utama keberhasilan pembinaan olahraga.
Menurut Nabil, prestasi atlet tidak bisa dinilai hanya dari intensitas latihan atau pelaksanaan training camp semata, melainkan harus dibuktikan melalui rekam jejak kompetisi yang diikuti secara berkelanjutan.
“Kalau hanya latihan, prestasinya belum terukur. Harus ada track record dari kejuaraan-kejuaraan yang diikuti,” ujar Nabil, Jumat (2/1/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, KONI Jawa Timur akan melakukan pemantauan lebih serius terhadap kualitas latihan atlet sekaligus melakukan pendekatan khusus kepada cabang olahraga (cabor) yang selama bertahun-tahun prestasinya dinilai belum maksimal.
Salah satu fokus perhatian KONI Jatim adalah cabor yang memiliki jumlah peserta kejuaraan sangat besar, bahkan mencapai ribuan atlet, namun capaian medalinya masih jauh dari target yang ditetapkan.
“Kita akan bantu cabor-cabor yang medalinya masih jauh dari target. Ayo sama-sama membangun rekrutmen yang sportif, objektif, dan tanpa sekat, dengan satu alat ukur yaitu prestasi,” kata Nabil.
Selain mendorong evaluasi berbasis hasil kejuaraan, Nabil juga menegaskan visi besar KONI Jawa Timur untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pembinaan, pembibitan, dan prestasi olahraga nasional.
Salah satu indikatornya adalah kontribusi atlet Jawa Timur dalam ajang SEA Games, di mana Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Indonesia.
“Saya mengapresiasi atlet-atlet yang berprestasi di SEA Games kemarin. Ke depan harus muncul generasi baru, sekaligus penguatan kualitas pelatih,” ujarnya.
Pada tahun ini, Nabil berharap prestasi olahraga Jawa Timur dapat terus meningkat dan terukur secara objektif melalui rekam jejak kompetisi atlet yang jelas dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan prestasinya lebih baik dari sebelumnya. Ukurannya jelas, bukan hanya latihan, tapi prestasi di event yang diikuti,” pungkasnya. [way/beq]






