Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah pelajar terlantar di depan ruang kelas yang terkunci. Hal itu setelah sekolahnya dimerger dan harus pindah ke sekolah induk yang baru. Kejadian itu terjadi pada pelajar di SDN 3 Sumberrejo yang sekolahnya dimerger dan SDN 2 Sumberrejo yang menjadi induknya.
Sejumlah pelajar yang terlantar itu mendapat respon dari Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Mochlasin Afan. Potensi adanya keterlantaran pelajar dampak merger sekolah ini sebelumnya telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro.
“Sebenarnya potensi seperti ini sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan, hanya mungkin dinas kurang antisipatif,” ujarnya, Rabu (19/07/2023).
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, bahwa jangan sampai kepala daerah dalam membuat sebuah kebijakan yang berdampak buruk terhadap penerima. “Kita tidak boleh sewenang-wenang karena apapun kebijakan itu akan berdampak pada banyak pihak, terutama pada siswa, orang tua siswa, maupun guru,” terangnya.
Karena itu, lanjut Afan, seharusnya sebelum mengambil kebijakan idealnya harus dikomunikasikan dulu dengan berbagai pihak, seperti halnya forum komunikasi publik untuk mendengar berbagai masukan.
“Komisi C inginnya siswa jangan sampai menjadi korban dari kebijakan. Saya melihat dari merger ini siswa sudah menjadi korban,” pungkasnya.
Baca Juga: Sejak Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa di SDN Bojonegoro ini Hanya Bisa Belajar di Teras
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pelajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) III Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro terlantar dan hanya bisa belajar di teras depan kelas. Pasalnya, sejak hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2023-2024 gedung sekolah yang ada terkunci.
Para guru dan kepala sekolah juga kosong. Mereka pun belajar tanpa guru dan hanya didampingi paguyuban wali murid. “Kemarin tidak ketemu bu guru, kelas masih dikunci, belajar di teras,” ucap beberapa siswa SDN Sumberjo III, kemarin.
Para siswa yang bertahan belajar di teras sekolah itu mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Mereka masih ingin belajar di sekolah yang berada di lingkungan terdekatnya. Orang tua para anak didik juga terlihat berkumpul di sudut musala sekolah.
Kepala SDN Sumberejo III, Alkurnia, saat dikonfirmasi membenarkan jika anak didiknya masih memilih bertahan di sekolah lama meski guru dan kepala sekolah sudah pindah mengajar ke SDN Sumberjo II.
“Pada dasarnya kami kepala sekolah, guru berjalan sesuai arahan dari dinas pendidikan. Para guru juga sudah dapat surat tugas mengajar di SDN Sumberejo 2, tapi kalau saya masih belum dapat,” ujar Kepsek SDN Sumberejo III, Alkurnia. [lus/ted]






