Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka datang dari keluarga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, ayah mertuanya, ayah dari istrinya Rini Indriyani, Dadang Djumena meninggal dunia di usia 77, pada Senin (14/3/2022) pagi.
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono tampak melayat ke rumah duka, di kawasan Ketintang. Adi juga mengiringi kepergian almarhum hingga dimakamkan di Makam Tembok Dukuh. Pria berkaca mata itu tampak menabur bunga di tempat peristirahatan terakhir almarhum Dadang Djumena.
Adi menyampaikan duka cita atas kepergian ayahanda mertua Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. “Kita semua berduka cita atas kabar lelayu ini. Semoga Bapak Dadang Djumena mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, diampuni segala dosanya, diterima semua amal baiknya,” katanya.
Adi juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan dianugerahi kesabaran oleh Tuhan YME.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Khususnya kepada Bapak Eri Cahyadi dan Ibu Rini Indriyani, semoga senantiasa diberi kekuatan melewati masa yang tidak mudah ini, yaitu kehilangan orangtua tercinta,” kata ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”eri-cahyadi”]
Almarhum Dadang lahir pada 28 April 1944. Semasa hidupnya, almarhum mengabdi kepada masyarakat melalui PT PLN. Dadang sempat bertugas di beberapa daerah di Indonesia untuk melayani penyediaan listrik bagi masyarakat.
Adi menambahkan, Eri Cahyadi dan Rini Indriyani dikenal sangat takzim kepada orang tua. Dalam berbagai momen, Eri selalu sungkem mohon doa restu kepada orang tua. “Tentu ini kehilangan yang besar bagi Pak Wali Kota dan Ibu Wali Kota. Mari seluruh warga Surabaya mendoakan almarhum Bapak Dadang, dan juga keluarga wali kota,” pungkasnya. [asg/but]







