Pasuruan (beritajatim.com) – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menerima aspirasi dari Asosiasi Kepala Desa se-Kabupaten Pasuruan. Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Pasuruan, Mohammad Alim, dalam acara silaturahmi dengan kepala desa se-Kabupaten Pasuruan di Pendopo Nyawiji Ngesthi Wenganing Gusti Kabupaten Pasuruan pada Senin (4/9/2023).
Mohammad Alim mengungkapkan bahwa ada dua aspirasi yang saat ini diperjuangkan oleh kepala desa di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Pasuruan. Ia berharap Ketua DPD RI dapat turut serta dalam memperjuangkan aspirasi tersebut.
“Aspirasi pertama adalah mengenai perpanjangan masa jabatan kepala desa menjadi sembilan tahun, yang telah diajukan di Jakarta. Saya berharap Ketua DPD RI dapat mendukung usulan ini,” kata Alim.
Alim menjelaskan bahwa perpanjangan masa jabatan ini bertujuan untuk mengurangi biaya Pilkades di Indonesia yang saat ini menjadi beban keuangan negara. “Dana tersebut sebenarnya bisa dialokasikan untuk pembangunan di Indonesia,” tambahnya.
Aspirasi kedua yang disampaikan Alim adalah agar kepala desa dan perangkat desa mendapatkan gaji bulanan. “Kami mohon bantuan untuk memberikan gaji kepada kepala desa dan perangkat desa setiap bulan, setidaknya sebesar Upah Minimum Regional (UMR),” ungkap Alim.
BACA JUGA:
Temui Kapolda Jatim, Ketua DPD RI Sampaikan Aspirasi Pesilat
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD RI, LaNyalla, menyatakan bahwa ia telah mendukung aspirasi yang sedang diperjuangkan oleh kepala desa di Indonesia, termasuk di Pasuruan. “Saya telah bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan aspirasi ini, yaitu perpanjangan masa jabatan menjadi sembilan tahun dan pemberian gaji bulanan,” kata LaNyalla.
LaNyalla menegaskan bahwa DPD RI sangat memperhatikan isu-isu yang diperjuangkan oleh kepala desa. Oleh karena itu, sebagai Ketua DPD RI, ia telah menugaskan Komite I untuk membahas, mengevaluasi, dan memperjuangkan hal tersebut.
“Perjuangan ini sebenarnya telah selesai, dan sekarang kita hanya perlu menunggu keputusan dari Presiden terkait hal ini,” tambah LaNyalla.
Dalam pidatonya, LaNyalla juga menekankan peran strategis desa dalam memperkokoh kedaulatan negara. Ia menyatakan bahwa desa merupakan benteng terakhir negara, khususnya Indonesia, dalam membangun ketahanan nasional, termasuk ketahanan pangan, sosial, dan ekonomi.
“Desa memiliki kekayaan sumber daya alam yang tersebar di seluruh Indonesia, dan ini adalah keunggulan komparatif yang harus dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat,” kata LaNyalla.
BACA JUGA:
Ketua DPD Soroti Wacana Debt Transfer Holding Perkebunan
LaNyalla juga mengingatkan pentingnya memahami perubahan global yang sedang terjadi dan membangun sistem bernegara yang lebih baik. Ia menekankan perlunya keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam mekanisme ketatanegaraan.
“Kita harus kembali menerapkan sistem bernegara sesuai dengan rumusan para pendiri bangsa, dengan penyempurnaan dan penguatan. Hal ini adalah satu-satunya cara untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” ujar LaNyalla.
Ketua DPD RI menegaskan bahwa sistem bernegara yang ideal adalah yang mampu memberi jawaban atas tantangan dan ancaman masa depan serta mampu mewadahi semua elemen bangsa. Ia mengajak semua komponen bangsa untuk meninjau kembali sistem bernegara yang saat ini diterapkan.
Pada kesempatan tersebut, LaNyalla didampingi oleh Staf Ahli Zaldy Irza Pahlevy Abdurrasyid, Pegiat Konstitusi dr. Zulkifli S Ekomei, dan M. Ravi, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Pasuruan.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Dandim 0819 Pasuruan yang diwakilkan oleh Perwira Penghubung Mayor Kav Edi Sunarto, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Makung Ismoyo Jati, Wakapolres Pasuruan Kompol Hendry Ferdinand Kennedy, dan sejumlah tamu undangan lainnya. [beq]






