Kediri (beritajatim.com) – Ketua PC Ansor Nganjuk Hamid Muzaki dan pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Timur Mukani, serta pengurus Mabincab PMII Nganjuk Ahmad Fauzi menjadi pemateri dalam orientasi Permaka (Persatuan Mahasiswa Kota Angin Nganjuk).
Acara tersebut digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, 4-5 Januari 2025, di Pesantren Sepuh Roudhotul Qur’an Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Acara orientasi ini diikuti 28 peserta.
“Mereka adalah mahasiswa asal Nganjuk, perwakilan dari beberapa kampus di Surabaya, mulai UINSA, Unesa, Unair dan ITS,” kata Rohmatul Ummah, ketua Permaka, Minggu (5/1/2025).
Di samping menumbuhkan loyalitas dalam berorganisasi, lanjutnya, acara ini dikemas untuk menyolidkan program kerja yang akan dilaksanakan. “Meski tentu ada tambahan beberapa program kerja yang sudah disusun,” imbuhnya.
Saat memberikan materi manajemen organisasi, Hamid lebih memotivasi peserta agar aktif berorganisasi. “Organisasi itu sudah menjadi rumah kedua buat saya, manfaatnya luar biasa,” katan Ketua Ansor Nganjuk.
Dia berharap agar ada skala prioritas dalam mengatur jadwal kegiatan. Mahasiswa Pascasarjana IAIN Kediri ini menuturkan pengelolaan organisasi butuh ide cerdas. “Apa yang dicari dan dibutuhkan anggota, itu harus dijawab organisasi sebagai tantangan ke depan,” imbuhnya.
Pengembangan organisasi juga menurutnya harus mempertimbangkan kemajuan zaman. “Kecanggihan era digital mau tidak mau sebuah organisasi harus meresponnya agar tidak ketinggalan,” katanya.
Permasalahan pembangunan daerah dikupas Mukani dari LTN PWNU Jawa Timur. “Kabupaten Nganjuk akan memasuki era industrialisasi setelah masa agraris,” ujarnya.
Fenomena ini, lanjutnya, harus direspon secara cerdas oleh mahasiswa. Sebagai kaum terdidik, mahasiswa harus hadir memberikan solusi. “Baik yang dihadapi di Nganjuk dari segi pemerintahan, sosial, ekonomi, budaya dan sebagainya,” ujar dosen STAI Darussalam Nganjuk ini.
Pria dua putra ini menegaskan pentingnya pendidikan di era industrialisasi pada masyarakat Nganjuk. “Hanya pendidikan yang mampu menyiapkan kualitas sumber daya bermutu untuk memenangkan kompetisi ke depan,” tegasnya.
“Maka kami dari LTN PWNU Jawa Timur siap bekerja sama dalam mendorong tradisi literasi kaum generasi milenial, terutama di bidang dasar untuk membaca dan menulis,” ujar tokoh inspirasi literasi 2024 dari Kementerian Agama Jawa Timur ini.
Pria berkopyah yang juga dosen STIT Urwatul Wutsqo Jombang ini berharap berbagai organisasi yang hadir pada acara itu bisa bersinergi dalam menggerakkan dunia literasi di Jawa Timur. “Terutama di Kabupaten Nganjuk yang punya sejarah panjang,” pungkasnya. [suf/suf]







4 Komentar
Ketua Ansor nganjuk ko ndiiiii
Itu ketua ANSOR PC NGANJUK ?? Bukan nya Konferensi DEADLOCK ya, berita nya gimana ini hahahaha
Itu ketua ANSOR PC NGANJUK ?? Bukan nya Konferensi DEADLOCK ya
Ketua ansor hoax.. jelas jelas konfrensi deadlok ko isone di sebut ketua ansor.. nekui pribadimu dewe opo gak isin ngaku ngaku ketua ansor ahmad muzaki.. coro aku nyiset rai ae trus ndang di idek” dewe barnu