Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) mencatat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2024 berjalan lancar dengan tingkat kehadiran mencapai 97 persen atau sekitar 20.000 dari total 20.859 peserta.
Namun, ujian tahun ini ternoda oleh ulah dua peserta yang nekat melakukan kecurangan menggunakan alat komunikasi saat ujian berlangsung.
Kasus kecurangan ini terjadi pada Kamis, 24 April 2025. Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Arif Hidayat, S.Kom., mengungkapkan bahwa dua peserta kedapatan menggunakan alat komunikasi di ruang ujian.
“Kecurangan pertama terjadi di Gedung Fakultas Kedokteran, dan setelah ditelusuri, ditemukan lagi kasus serupa di Fakultas Ilmu Budaya pada hari yang sama,” jelas Arif.
Keduanya langsung diberi sanksi tegas berupa larangan melanjutkan ujian dan masuk daftar hitam (blacklist) di seluruh jalur penerimaan Universitas Brawijaya.
“Kami menjunjung tinggi etika dan moral dalam pelaksanaan ujian. Peserta yang melakukan pelanggaran tidak akan kami toleransi,” tegasnya.
Selain itu, UB menunjukkan komitmennya terhadap inklusivitas dan keadilan dalam pelaksanaan UTBK. Salah satunya ditunjukkan saat seorang peserta yang baru menjalani operasi kaki tidak bisa mengikuti ujian di lantai 3 Gedung MIPA karena tidak ada lift. Panitia sigap memindahkan lokasi ujiannya ke lantai 1, agar tetap terhubung dengan sistem dan peserta tetap bisa mengikuti ujian.
Tingkat kehadiran peserta UTBK di UB tahun ini disebut Arif tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Peserta yang tidak hadir diduga telah diterima di sekolah kedinasan atau mengalami kendala yang tidak bisa diatasi.
“Kalau halangannya masih memungkinkan, kami usahakan tetap bisa ujian di kampus,” ujarnya.
Dengan kejadian ini, UB menegaskan pentingnya kejujuran dan integritas dalam proses seleksi nasional. Kampus ini tidak segan memberi sanksi kepada siapa pun yang mencoba bermain curang. (ted)






