Bojonegoro (beritajatim.com) – Subholding Gas PT Pertamina Persero, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Area Bojonegoro belum melakukan perhitungan kerugian akibat kebocoran pipa jaringan gas (jargas) rumah tangga. Sejak gas in atau dialiri gas, sudah ada 60 kali kebocoran yang ditangani PGN akibat pemasangan u-dicth untuk proyek drainase.
Area Head PGN Kabupaten Bojonegoro Muhammad Arif mengatakan, setidaknya mulai Agustus 2022 pemasangan u-dicth untuk proyek drainase di sejumlah titik di wilayah kota 95 persennya bersinggungan langsung dengan jaringan pipa jasgas. Rerata, para pekerja yang melakukan penggalian menggunakan alat berat mengenai pipa gas hingga bocor.
“Losses (kerugian) gas akibat kebocoran pipa yang disebabkan pihak ketiga ini sudah kami catat. Tetapi untuk kerugian akibat kebocoran gas belum dihitung,” ujarnya, Senin (5/12/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pertamina”]
Pihaknya mengaku, dengan adanya komunikasi yang baik dari pelaksana proyek ini sehingga penanganan pipa jargas yang bocor akibat pembangunan drainase bisa segera ditangani. “Pada prinsipnya kami ingin memberikan pelayanan tercepat kepada masyarakat dulu, karena gas ini menjadi kebutuhan sehari-hari pelanggan,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas PKP Cipta Karya Bojonegoro Iwan Maulana mengatakan, pembangunan drainase kota tahun anggaran 2022 ada sebanyak 12 titik. Proyek pembangunan drainase dan trotoar itu ditarget selesai Desember 2022.
“Pengerjaannya menggunakan APBD tahun anggaran 2022 dengan total anggaran sebesar Rp153 miliar,” katanya. [lus/but]






