Bondowoso (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bersama berbagai pihak menggelar kerja bakti massal untuk memulihkan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda kawasan Jampit, Kecamatan Sempol/Ijen, Selasa (1/7/2025) pagi hingga siang.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB, difokuskan pada perbaikan jaringan air bersih dan pembangunan tanggul darurat untuk menahan aliran air agar tidak masuk ke permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, menjelaskan bahwa kerja bakti melibatkan personel BPBD, Koramil Ijen, Polsek Ijen, Pemerintah Kecamatan Ijen, Pemerintah Desa Jampit, serta warga sekitar.
“Hari ini kami fokus pada kerja bakti pemulihan dampak banjir dan tanah longsor di dua dusun, yaitu Dusun Jampit dan Dusun Krepekan,” kata Sigit dikonfirmasi.
Selain memperbaiki pipa air bersih yang rusak, pihaknya juga menyalurkan bantuan logistik serta membersihkan material longsoran di bak kontrol.
Sebelumnya, pada Minggu (29/6/2025), banjir terjadi akibat luapan mata air dari Gunung Gempit yang mengakibatkan kerusakan jaringan pipa air bersih sepanjang 500 meter dan merusak sekitar 3 hektare lahan pertanian milik warga.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun ratusan warga di dua dusun terdampak. Di antaranya Dusun Krepekan sebanyak 234 KK dan Dusun Jampit: 187 KK,” bebernya.
Tanaman yang rusak di lahan PTPN meliputi kentang, tomat, dan kubis. Selain itu, tercatat tiga titik longsor di kawasan Gunung Gempit.
Dalam kegiatan hari ini, BPBD juga mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan, serta memfasilitasi pemasangan kembali pipa air bersih oleh warga.
Namun, kondisi saluran air belum sepenuhnya stabil karena pipa yang telah dipasang sempat lepas kembali.
“Besok akan dilakukan perbaikan ulang karena pipa air bersih yang sudah dipasang lepas kembali. Sementara ini kebutuhan paling mendesak adalah air bersih dan paralon 4 dim sebanyak 20 lonjor,” tambah Sigit.
Sebagai tindak lanjut, BPBD merencanakan pengerukan aliran sungai sepanjang ±500 meter untuk mencegah luapan susulan. (awi/ian)






