Jember (beritajatim.com) – Kepengurusan Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) di Kabupaten Jember, dibekukan oleh pengurus organisasi di Jawa Timur. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember turun tangan.
“Surat yang sudah melayang ke KONI. Dibekukan atau dinonaktifkan dulu karena salah satunya tidak aktif,” kata Wakil Ketua KONI Jember Soetriono, Selasa (13/5/2025).
KONI Jember akan menyelesaikan persoalan kepengurusan Persambi ini setelah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX di Malang Raya, medio Juni-Julo 2025. “Kami berfokus ke Porprov dulu,” kata Soetriono.
Bukan sekali ini KONI Jember harus turun tangan karena bermasalahnya kepengurusan cabor tingkat lokal. Sebelumnya, KONI juga harus menyelesaikan persoalan kepengurusan cabor catur, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), dan cabor renang Akuatik Indonesia.
Sekretaris KONI Jember Hasyim Arif mengatakan, permasalahan setiap cabor berbeda-beda. “Seperti di catur, permasalahannya di sistem penurunan surat keputusan (kepengurusan). Di atletik problemnya di pengunduran ketua cabor. Di akuatik, ketua tidak sanggup melaksanakan musyawarah kabupaten. Sementara sambo ini tidak aktif di kegiatan provinsi,” katanya.
Hasyim berharap semua kepengurusan cabor lebih selektif memilih pucuk pimpinan. “Ketua harus mengerti organisasi. Kami memang berharap ada pembinaan di bidang organisasi,” katanya.
KONI Jember bisa memetakan cabor bermasalah berdasarkan undangan kegiatan. “Kita lihat kehadirannya. Juga bisa dilihat di grup WhatAspp cabor. Di sana tampak keaktifan masing-masing cabor melaporkan prestasi dan kegiatan masing-masing. Silent reader biasanya tidak terlalu aktif,” kata Hasyim. [wir]






