Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi, membantah Elpiji 3 Kg langka belakangan ini. Tetapi, dia tidak menyebutkan berapa jumlah stok Elpiji yang saat ini tersedia untuk wilayah Bojonegoro.
“Tidak langka Elpiji 3 Kg bersubsidi namun terjadi peningkatan aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 H,” ujar Sukaemi, Rabu (7/6/2023).
Sukaemi menyebut penyaluran gas Elpiji 3 Kg tetap berjalan. Selain itu, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Surabaya dan meminta penambahan pengiriman Elpiji bersubsidi.
“Kami telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Surabaya untuk menambah pengiriman,” terang pria yang akrab dipanggil Kemi itu.
Baca Juga:
Menurut Netizen Stok Elpiji 3 Kg di Bojonegoro Semakin Sulit Ditemukan
Sementara itu, salah satu pedagang eceran gas Elpiji di Kecamatan Kanor berinisial S mengaku sangat kesulitan mendapatkan Elpiji. Namun, menurut agen langganannya di Kecamatan Kapas, pengiriman lancar.
Tetapi kenyataannya, S masih kesulitan untuk mendapatkan Elpiji tersebut. Fakta di lapangan, terjadi kekosongan stok Elpiji.
Baca Juga:
Warga Tuban Ngeluh Stok Elpiji 3 Kg Sulit Didapat
“Saya telah menghubungi agen Elpiji di Kapas dan mereka mengatakan pengirimannya lancar, tetapi di lapangan kosong,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, beberapa hari ini banyak netizen yang mengunggah postingan terkait sulitnya mendapat Elpiji 3 Kg di beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Elpiji tabung melon sulit ditemukan di sejumlah wilayah Bojonegoro, seperti Kecamatan Kanor, Bubulan, Kota Bojonegoro, Sugihwaras, dan beberapa lainnya. [lus/beq]






