Surabaya (beritajatim.com) – Wakil wali kota Surabaya, Armuji mengatakan pembangunan pintu air di rumah pompa Petekan, Semampir, hampir rampung. Nantinya, keberadaan bangunan itu akan digunakan sebagai salah satu usaha pengendalian dan mengatasi permasalahan banjir di Kota Surabaya.
Cak Ji sapaan akrab Wawali Surabaya, Armuji menjelaskan komponen pintu air petekan yang sedang dikerjakan yakni pintu 12 meteran dan pompa air terdiri dari 4 unit, 2 unit 5 kubik, 2 unit 3 kubik. Dengan pintu 7 meter dan pintu 12 meter 2 unit.
Sementara itu, di rumah pompa Kedurus, Pemkot Surabaya total memiliki empat unit pompa, seluruhnya memiliki kapasitas sama, yakni 2,5 meter kubik/detik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-surabaya”]
Rencananya, Pemkot melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bakal mengganti keempat pompa air tersebut dengan kapasitas yang lebih besar, yakni dengan ukuran kurang lebih 5 meter kubik/detik.
“Untuk pintu air Petekan itu nanti bisa mengatur saat ada air pasang bisa ditutup sehingga ketinggian debit air sungai kali mas bisa terkendali. Begitu juga saat hujan bisa langsung dipompa ke laut,” kata Cak Ji, Jumat (7/1/2022).
Terkait dengan rencana menambah kapasitas pompa dirinya berharap di wilayah Wiyung dapat bebas dari banjir karena air yang ada di saluran drainase segera dapat dipompa ke sungai.
“Di tahun 2022 ini disamping fokus pada pemulihan ekonomi, pemkot Surabaya juga akan fokus dalam penangangan serta pengendalian banjir,” ungkap wawali Surabaya ini.
Cak Ji juga menghimbau agar masyarakat memiliki kesadaran untuk dapat memfungsikan saluran sesuai dengan peruntukannya. Dirinya ingin masyarakat Surabaya untuk menjaga lingkungannya agar tidak terjadi lagi genangan air ketika hujan.
“Upaya penanganan banjir outputnya adalah mengurangi lama genangan, hamparan luas genangan dan ketinggian genangan. Masyarakat dan pemkot harus gotong royong untuk menyelesaikan permasalahan banjir ini,” tandas Cak Ji.(asg/ted)






