Blitar (beritajatim.com) – Program Kencan Sae yang diluncurkan oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian masyarakat Kota Blitar mendukung program pencarian jodoh dan persiapan pernikahan tersebut.
Namun tidak sedikit pula yang mengkritisi program Kencan Sae itu. Mereka yang mengkritisi, menganggap bahwa program Kencan Sae ini kurang penting.
“Kalau menurut saya program Kencan Sae ini baik tapi kan masih ada prioritas program lain yang seharusnya diluncurkan utamanya yang berkaitan dengan kesejahteraan seperti Rastrada yang bermasalah itu kan bisa diperbaiki dulu baru ini,” ungkap Inda, warga Kota Blitar.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin pun menanggapi santai pro dan kontra program Kencan Sae tersebut. Bagi pria yang akrab disapa Mas Ibin itu, menganggap pro dan kontra atas suatu program pemerintahan adalah hal yang biasa.
“Saya santai saja lah karena masyarakat selalu begitu tapi banyak yang pro karena membutuhkan, banyak kontra karena kebutuhannya yang lain,” ucap Syauqul Muhibbin.
Mas Ibin menegaskan bahwa program Kencan Sae ini bukan hanya sekedar ajang cari jodoh. Melainkan sebuah wadah untuk memberikan pendidikan para jomblo agar siap secara mental saat menghadapi pernikahan.
“Saya kira setiap program pasti ada kontranya tapi saya yakin banyak pronya karena ini baru dan saya kira di Indonesia baru kami, kami juga memfasilitasi mobil-mobil. Intinya kami itu melayani sepenuhnya tidak setengah-setengah,” tegasnya.
Wali Kota Blitar juga bukan hanya menyiapkan program saja, namun juga menyiapkan fasilitasnya. Salah satu fasilitas yang disiapkan dalam program Kencan Sae ini adalah mobil untuk mengantarkan pengantin.
“Jadi Kencang Sae ini bukan hanya ajang mencari jodoh tapi pendidikan untuk menyiapkan suatu keluarga supaya menghadapi kehidupan keluarga itu mereka siap,” tegasnya. [owi/beq]






