Surabaya (beritajatim.com) – Umumnya, semua orang membutuhkan waktu tidur malam yang cukup. Hanya saja, memang benar jika kebutuhan waktu tidur setiap orang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada salah satunya usia. Sebagai contoh, bayi dan anak-anak lebih banyak membutuhkan waktu tidur dibandingkan dengan orang dewasa. Baiknya untuk orang dewasa membutuhkan tidur malam 7-9 jam setiap harinya.
Namun, bukan hanya usia ternyata jenis kelamin dapat membedakan lamanya waktu tidur. Ternyata, perempuan membutuhkan waktu tidur lebih lama dibandingkan laki-laki. Memang benar perempuan cenderung membutuhkan lebih banyak tidur dibandingkan laki-laki karena kerja otak perempuan lebih “kompleks”. Selain itu, apalagi alasannya?
Kinerja Otak Perempuan Lebih Keras
Berdasarkan penelitian dari ilmuwan ditemukan jika perempuan membutuhkan sekitar 20 menit lebih banyak waktu tidur daripada laki-laki. Faktor penyebabnya karena otak perempuan bekerja lebih keras pada siang hari.
Pemulihan Kondisi Otak untuk Beristirahat
Fungsi dari tidur adalah membantu memulihkan otak sehingga mampu memperbaiki dirinya sendiri. Maka dari itu, ketika seseorang dapat tidur nyenyak, korteks yang merupakan bagian otak bertanggung jawab menjaga memori pikiran, bahasa dan sebagainya.
Otak yang Bekerja Semakin keras Membutuhkan Tidur Lebih Lama
Lamanya waktu tidur dipengaruhi oleh kompleksitas dan intensitas aktivitas otak di siang hari: Ketika kita semakin banyak berpikir keras maka waktu untuk memulihkannya membutuhkan waktu yang seimbang pula.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wanita”]
Durasi Penambahan Waktu Tidur sekitar 20 menit dari biasanya
Perempuan seringkali dikenal sebagai sosok yang multitasking sehingga dapat melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan dan fleksibel. Namun, tanpa disadari hal ini membutuhkan kinerja otak yang lebih keras. Maka dari itu, perempuan membutuhkan waktu tidur yang lebih lama. Mungkin perempuan dapat menambahkan sekitar 20 menit dari waktu biasanya. membutuhkan lebih banyak tidur daripada rata-rata pria.
Perempuan yang mengalami kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada efek samping diantaranya peningkatan tekanan psikologis dan perasaan permusuhan, depresi, dan kemarahan lebih besar dapat ditemukan pada perempuan jika tidur kurang nyenyak. (PRD/ian)






