Surabaya (beritajatim.com)- Lidah buaya atau aloe vera memang banyak digunakan untuk produk kecantikan dan perawatan tubuh seperti masker, pelembab, hingga krim wajah karena kandungan alaminya yang kaya manfaat. Lidah buaya mengandung vitamin A, C, dan E yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari radikal bebas, sedangkan senyawa polisakarida membantu melembabkan dan menjaga elastisitas kulit.
Selain itu, lidah buaya juga terkenal sebagai tanaman obat rumahan yang dapat menyembuhkan luka. Vitamin B12 dan asam folat di dalam lidah buaya membantu regenerasi sel kulit, sedangkan Enzim dan asam amino membantu mempercepat perbaikan jaringan kulit yang rusak.
Tidak heran lidah buaya juga disebut “apotek hidup” karena dapat digunakan untuk meredakan iritasi kulit, menenangkan kulit yang terbakar sinar matahari, hingga membantu mempercepat proses penyembuhan luka ringan.
Lebih jauh lagi, ternyata lidah buaya juga dapat dapat dikonsumsi sebagai makanan yang kaya khasiatnya. Lidah buaya bisa diolah menjadi berbagai sajian segar, mulai dari campuran es buah, jus, hingga dijadikan manisan. Daging beningnya yang kenyal dan menyegarkan membuat tanaman ini cocok disantap terutama saat cuaca panas.
Meskipun begitu, teknik dan pengolahan lidah buaya sebelum dikonsumsi harus tetap diperhatikan. Tidak semua bagian dari tanaman ini aman untuk dimakan. Lapisan kulit hijau tebal serta getah kuning di bawahnya mengandung senyawa aloin yang dapat menimbulkan efek samping seperti diare dan sakit perut.
Sedangkan bagian yang benar-benar aman hanyalah daging bening transparan di dalamnya. Untuk itu, lidah buaya harus dikupas hingga bersih, lalu dicuci atau direndam beberapa kali agar getah kuningnya hilang sepenuhnya.
Setelah melalui proses pengolahan yang tepat, lidah buaya bisa menjadi pilihan makanan sehat dengan beragam manfaat. Tidak hanya menyehatkan kulit dari luar, konsumsi lidah buaya juga membantu menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga memberikan efek segar bagi tubuh.
Nyatanya lidah buaya sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu sebagai obat dan perawatan. Bangsa Mesir Kuno bahkan menyebutnya sebagai “tanaman keabadian” dan dipercaya dipakai Cleopatra untuk menjaga kecantikannya.
Sementara orang Yunani dan Romawi kuno juga memanfaatkannya untuk mengobati luka perang, sementara dalam pengobatan tradisional India dan Tiongkok, lidah buaya dipakai untuk meredakan demam hingga masalah kulit.
Dengan manfaat ganda, baik sebagai bahan alami perawatan maupun sebagai pangan sehat, lidah buaya benar-benar membuktikan diri sebagai tanaman serbaguna yang layak dijadikan andalan dalam kehidupan sehari-hari.
[Erlina Damayanti]
![Mengapa Lidah Buaya Disebut Tanaman Serbaguna? Ini Alasannya Tanaman lidah buaya [foto: pontianakkota.go.id]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2021/08/lidah-buaya-pertanian-pontianakkota-goid.jpg)





